Breaking News:

Kecamatan Zona Hijau di Kabupaten Oranye Bisa Belajar Tatap Muka, di Jabar Ada 228 Kecamatan

Kecamatan zona hijau di kabupaten oranye tetap bisa belajar tatap muka.

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: taufik ismail
Ilustrasi Ari Ruhiyat
Ilustrasi kembali ke sekolah 

Sistem pembelajaran tatap muka pun, katanya, bukan berarti belajar penuh seperti biasa. Contohnya SMK hanya melakukan pelajaran praktek saat tatap muka, SMA tatap muka saat mengikuti pelajaran yang membutuhkan pendampingan lebih seperti matematika dan fisika, sisanya kegiatan tatap muka diisi materi bimbingan supaya bisa sekolah jarak jauh kembali dalam beberapa periode.

"Jadi tidak semua. Minggu depannya kalau daring bisa dilakukan lagi, sekolahnya off lagi. Saat tatap muka, kalau kelas X masuk, yang lainnya daring, kalau kelas XII atau XI masuk, lainnya off," katanya.

Dedi mengatakan verifikasi masih dilakukan sampai saat ini, sehingga pada 18 Agustus baru bisa diputuskan sekolah mana saja yang sudah memenuhi syarat untuk melakukan pembelajaran tatap muka. Selama sepekan persiapan pun akan dilakukan tes swab kepada para guru.

Sebelumnya diberitakan, pandemi Covid-19 berdampak luas terhadap aktivitas sosial-ekonomi. Salah satu dampak di tengah masih terjadinya penularan virus corons yakni aktivitas pembelajaran melalui ruang digital. Pendekatan ini tidak semudah ketika anak didik belajar dengan metode tatap muka di sekolah.

Tak hanya guru yang memiliki kendala dalam penyelenggaraan metode pembelajaran jarak jauh, tetapi juga orang tua dan para murid. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pun berencana untuk mengaktifkan kembali pembelajaran tatap muka di wilayah zona hijau dan kuning.

Namun demikian, implementasi pembelajaran tersebut harus memperhatikan syarat yang harus dipenuhi, yakni empat persetujuan. Syarat pertama, sekolah harus mendapat persetujuan dari pemerintah daerah (pemda) atau dinas pendidikan dan kebudayaan di wilayah zona hijau dan kuning.

Kedua, persetujuan kepala sekolah setelah sekolah dapat memenuhi protokol kesehatan yang ketat. Ketiga, adanya persetujuan wakil dari orang tua dan wali siswa yang tergabung dalam komite sekolah meskipun kemudian sekolah sudah melakukan pembelajaran tatap muka. Keempat, adanya persetujuan dari orang tua peserta didik. Jika orang tua tidak setuju, peserta didik tetap belajar dari rumah dan tidak dapat dipaksa.

Kemendikbud mengedepankan dua prinsip dalam kebijakan pendidikan di masa pandemi Covid-19. Prinsip pertama yakni kesehatan dan keselamatan peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, keluarga dan masyarakat.

Kedua, tumbuh kembang peserta didik dan kondisi psikososial juga menjadi pertimbangan dalam pemenuhan layanan pendidikan selama masa pandemi Covid-19. Pembelajaran tatap muka di zona oranye dan merah rencana tetap dilarang. Sekolah pada zona tersebut tetap melanjutkan belajar dari rumah.

Berdasarkan data Kemendikbud, sekitar 57 persen peserta didik masih berada di zona merah dan oranye. Mereka tersebar di 238 wilayah administrasi setingkat kabupaten dan kota, sedangkan 43 persen berada di zona hijau dan kuning atau tersebar di 276 wilayah administrasi.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved