Breaking News:

Kecamatan Zona Hijau di Kabupaten Oranye Bisa Belajar Tatap Muka, di Jabar Ada 228 Kecamatan

Kecamatan zona hijau di kabupaten oranye tetap bisa belajar tatap muka.

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: taufik ismail
Ilustrasi Ari Ruhiyat
Ilustrasi kembali ke sekolah 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI menetapkan sekolah di kabupaten atau kota yang masuk zona hijau dan kuning, yakni zona potensi penyebaran Covid-19 rendah dan sedang, bisa kembali melakukan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka sambil menerapkan protokol kesehatan.

Namun demikian, Pemerintah Provinsi Jabar tetap menekankan pembelajaran secara tatap muka diutamakan dilakukan lebih detail di tingkat kecamatan yang masuk zona hijau, bukan berdasarkan kategori zonasi kabupaten dan kota saja.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Dedi Supandi, mengatakan hal ini memungkinkan bagi kecamatan zona hijau di mana pun di Jawa Barat untuk menggelar sekolah secara tatap muka, walaupun kecamatan zona hijau tersebut berada di kabupaten atau kota zona kuning atau oranye.

"Kan kita sudah menyampaikan bahwa level pembukaan itu ada di zona hijau kecamatan. Nah yang disampaikan oleh pemerintah pusat, mau hijau atau kuning, itu kan levelnya di kabupaten dan kota. Padahal saat di level kuning atau hijau di level kabupaten kota, inti verifikasi itu kan adanya di titik sekolah," kata Dedi melalui ponsel, Minggu (9/8).

Dedi mengatakan berdasarkan verifikasi terakhir, terdapat 228 kecamatan di Jawa Barat yang masuk zona hijau, atau belum pernah terpapar kasus Covid-19 selama ini. Itupun, katanya, baru 20 persen sekolahnya yang menyatakan siap menggelar pertemuan tatap muka.

"Dan rata-rata hasil verifikasi yang memungkinkan itu adalah sekolah yang berada di level kecamatan zona hijau. Jadi kita tetap objeknya ke kecamatan yang zona hijau. Artinya apa, kalau level kabupaten kota itu zonanya kuning, tidak semua sekolah zona kuning itu harus tatap muka," katanya.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat pun, katanya, mengadakan indikator tambahan dan yang diutamakan setelah dinyatakan kecamatan atau kabupaten dan kotanya masuk zona hijau. Sekolah yang diutamakan dan didahulukan melakukan tatap muka, katanya, yakni sekolah yang sudah menyiapkan infrastruktur pencegahan Covid-19.

"Dalam daftar ceklisnya ada 11 infrastruktur, sampai dengan izin orang tua. Terus zonanya di zona hijau tingkat kecamatan. Ketiganya, memiliki konektivitas internet rendah. Keempatnya, siswanya itu banyak berasal mereka ini kesulitan sarana dan blank spot. Jadi ada rumah-rumah siswa yang memang di blank spot dan beberapa siswa yang tidak punya sarana belajar daring. Itu yang kita utamakan di tahap awal," katanya.

Contohnya di Kabupaten Bandung yang kini masuk zona oranye, katanya, terdapat kecamatan zona hijau. Semua kecamatan zona hijau ini berada di daerah pegunungan yang kesulitan mendapat konektivitas internet. Karenanya, ini diutamakan melakukan pertemuan tatap muka.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved