Breaking News:

Ada 88.973 Buruh Migran yang Keberangkatannya Tertunda, Pemerintah Akan Buka Lagi Secara Bertahap

Setelah datang ke negara penempatan, CPMI kembali wajib melakukan tes PCR dan dikarantina kembali selama 14 hari.

tribunjabar/hilman kamaludin
Menaker Ida Fauziah di Lembang 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Ida Fauziyah, mengatakan para Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) tertunda keberangkatannya demi melindungi mereka di masa pandemi Covid-19.

Selain itu, banyak negara yang belum membuka puntu bagi kedatangan para CPMI kembali.

"Kita buka bertahap dimulai dari yang zona hijau, kuning, dan oranye. Sekarang kan banyak yang merah. Sebenarnya tidak ada kepentingan negara menunda CPMI berangkat, karena sebenarnya rugi, tapi karena ini untuk perlindungan," ujar Ida saat menggelar Diskusi dengan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) se-Jabar di Kota Bandung, Minggu (9/8).

Ida mengatakan setiap CPMI yang berangkat wajib melakukan swab test PCR untuk mendeteksi Covid-19 di dalam negeri sebelum diberangkatkan.

Kemudian, mereka akan menjalani karantina 14 hari.

Setelah datang ke negara penempatan, CPMI kembali wajib melakukan tes PCR dan dikarantina kembali selama 14 hari.

Saat ini, kata Ida, CPMI tidak bisa pergi melalui calo.

Mereka harus pergi bekerja melalui lembaga resmi. Mereka harus mendapat peningkatan kompetensi yang bebannya ada pada pemerintah.

"Sebelum Covid-19, kami sudah meminta ke Menteri Keuangan RI agar mengalokasikan anggaran untuk peningkatan CPMI dari program kartu prakerja. Kami juga minta, daerah harus ada kontribusi juga," katanya.

Halaman
12
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved