Breaking News:

Satpol-PP Kota Sukabumi Berikan Toleransi Pada Pedagang Bendara di Jalan Protokol

Wawan menuturkan, pihaknya memberikan sedikit toleransi bagi para pedagang musiman itu selama mereka tidak mengganggu ketertiban

Tribun Jabar/ Fauzi Noviandi
Pedagang Bendera di Jalan Bhayangkara Kota Sukabumi 

Laporan Kontributor Kota Sukabumi, Fauzi Noviandi

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Menjelang HUT Ke - 75 RI Satpol-PP Kota Sukabumi berikan toleransi kepada sejumlah pedagang bendera yang berjualan disejumlah Jalan diwilayahnya.

Berdasarkan pantauan dilapangan, pedagang bendera musiman sudah mulai bermunculan di kota Sukabumi. Mereka terlihat menjajakan bendera di beberapa titik pusat keramaian sehingga menampilkan suasana yang begitu meriah.

Kasi Pembinaan Pengawasan dan Penyuluhan, Satpol PP, Kota Sukabumi, Wawan mengatakan, maraknya sejumlah pedagang bendera tersebut merupakan pemandangan memang tidak asing dijumpai saat menjelang perayaan HUT RI.

Begal Payudara Tertangkap di Kuningan, Langsung Diarak Warga, Korbannya Mama Muda sampai Nenek-nenek

"Sebagian besar mereka pedagang musiman yang memanfaatkan momen-momen tertentu dalam mencari nafkah. Dalam hal ini mereka berdagang bendera untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia," saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat, (7/8/2020).

Namun, lanjut Wawan, kemeriahan tersebut berlangsung normal dan para pedagang bendera itu menghilang dengan sendirinya setelah melewati Bulan Agustus tanpa harus ditertibkan.

"Biasanya setelah selesai upacara peringatan hari kemerdekaan pada 17 Agustus mendatang mereka sudah jarang ditemui. Mungkin mereka kembali melanjutkan pekerjaan yang lain," ucapnya

Wawan menuturkan, pihaknya memberikan sedikit toleransi bagi para pedagang musiman itu selama mereka tidak mengganggu ketertiban. Karena kondisi tersebut memberikan edukasi yang positif mengenai sejarah Kemerdekaan Republik Indonesia untuk generasi baru.

Cara yang Benar Tulis Ucapan untuk 17 Agustus 2020, Ini Deretan Kata-katanya

"Memang ada dua dampak, dari sisi positifnya lebih besar daripada dampak negatifnya. Kami anggap ini sebagai momentum mensosialisasikan nilai-nilai nasionalisme kepada masyarakat ataupun mengajarkan sejarah lahirnya NKRI," katanya

Penulis: Fauzi Noviandi
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved