Breaking News:

Raharjo Djali Sebut Jabatannya Cuma Polmak, Sultan Definitif akan Dimusyawarahkan Keluarga Keraton

Raharjo Djali dikukuhkan sebagai Polmak atau pejabat sementara (Pjs) Sultan Keraton Kasepuhan pada Kamis

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Ichsan
istimewa
Prosesi pengukuhan Raharjo Djali sebagai Polmak Sultan Keraton Kasepuhan Cirebon di Masjid Agung Sang Cipta Rasa, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Kamis (6/8/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Raharjo Djali dikukuhkan sebagai Polmak atau pejabat sementara (Pjs) Sultan Keraton Kasepuhan pada Kamis (6/8/2020).

Pengukuhan tersebut berlangsung di Masjid Agung Sang Cipta Rasa, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon.

Raharjo menyampaikan, jabatan yang diembannya saat ini hanya polmak, bukan sultan definitif.

Menurut dia, posisi sultan definitif akan dimusyawarahkan bersama keluarga besar keraton.

Dari 40 Orang Pegawai Gedung Sate yang Positif Covid-19, Sebanyak 21 Orang Warga Kota Bandung

"Nanti, sultan definitifnya tergantung hasil keputusan musyawarah keluarga," kata Raharjo Djali melalui sambungan teleponnya, Jumat (7/8/2020).

Ia mengaku belum mengetahui sampai kapan mengemban jabatan polmak tersebut.

Namun, Raharjo memastikan pengukuhan polmak semacam itu sudah sesuai adat tradisi yang berlaku di keraton.

Ia mengatakan, jabatan Sultan Keraton Kasepuhan tidak selalu diteruskan oleh anaknya.

Bahkan, sejarah juga telah membuktikannya. Yakni, saat Pangeran Cakrabuana menunjuk keponakannya, Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati sebagai Sultan Cirebon untuk menggantikannya.

"Takhta tidak diberikan kepada anak sulungnya, tapi ke Syarif Hidayatullah karena dianggap lebih mampu mengembannya," ujar Raharjo Djali.

Lirik Lagu Aku yang Salah Mahalini-Nuca Jebolan Indonesian Idol, Lagu Galau Buat yang Gagal Move On

Raharjo sendiri merupakan sosok yang sempat menggembok pintu Dalem Arum Keraton Kasepuhan yang videonya beredar di media sosial pada Minggu (28/6/2020).

Ia mengaku sebagai mengaku sebagai cucu Sultan Sepuh XI, Tadjoel Arifin Djamaluddin Aluda Mohammad Samsudin Radjaningrat.

Ibunya, Ratu Mas Doly Manawijah, merupakan putri ketiga Sultan Sepuh XI, dari istri keduanya, Nyi Mas Rukiah.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved