Breaking News:

Pada Pilkada Indramayu 2020, Tingkat Praktik Politik Uang Diprediksi Bakal Melonjak

Bawaslu Kabupaten Indramayu juga mengakui pengawasan Pilkada di massa pandemi menjadi tantangan tersendiri.

Pixabay
ilustrasi uang 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Tingkat praktik money politic atau politik uang di Kabupaten Indramayu diprediksi bakal melonjak pada pelaksanaan Pilkada Indramayu 2020 ini.

Hal ini didasari karena kasus Covid-19 yang masih terus meningkat di Kabupaten Indramayu.

Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Indramayu, Nurhadi mengatakan, kondisi tersebut tidak menutup kemungkinan akan dimanfaatkan oleh para peserta maupun tim sukses untuk meraup suara sebanyak-banyaknya.

"Kalau sudah ada stiker untuk mempengaruhi pilihan baik berbentuk uang ataupun bentuk lainnya untuk memilih dirinya ataupun tidak memilih peserta lain, itu masuknya money politik," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Kamis (6/8/2020).

Biasakan Langsung Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur di Pagi Hari, Ini Deretan Manfaatnya

Nurhadi menjelaskan, namun jika pemberian tersebut tanpa adanya embel-embel mempengaruhi pilihan baik secara ucapan maupun tempelan, pemberian tersebut sah-sah saja dan dianggap sebagai shodaqoh.

Masyarakat pun diminta cermat dalam menyikapi persoalan tersebut.

"Yang jelas bisa dilihat dari pemilu yang kebetulan saat masa kampanye ada bencana, memang biasanya ada saja yang membagi-bagikan bantuan dengan embel-embel untuk mempengaruhi pemilih," ujar dia.

Bawaslu Kabupaten Indramayu juga mengakui pengawasan Pilkada di massa pandemi menjadi tantangan tersendiri.

Prediksi Liga Champions, Barcelona vs Napoli, Statistik Mengerikan Lionel Messi

Terlebih berdasarkan hasil Citra Komunikasi Lingkaran Survei Indonesia (Cikom-LSI) Network Denny JA beberapa waktu lalu menyebut masyarakat Indramayu memiliki kecenderungan pragmatis prilaku yang menganggap money politic itu sangat wajar dan cukup wajar.

Dari 440 responden, sebesar 6,8 persen mengaku praktik money politic sangat wajar dan sebesar 50,0 persen menganggapnya cukup wajar.

Jika digabungkan, sebesar 56,8 persen pemilih di Kabupaten Indramayu menganggap money politic adalah suatu hal yang lumrah dan mereka senangi.

Dalam hal ini, Bawaslu Kabupaten Indramayu akan terus mengawasi para peserta Pilkada maupun tim suksesnya.

Pengakuan Rizky Billar Soal Pertama Kali Ketemu Lesti Kejora, Awalnya Sempat Kepoin Dulu

Jika ditemukan sanksi pun akan diberikan bahkan sampai sanksi pembatasan sebagai Calon Bupati dan Wakil Bupati Indramayu.

"Jika ditemukan sanksinya ada di Pasal 187 ayat 1 tentang Pidana Pemilihan dan jika tindak pidana pemilihan itu inkrah maka bisa kena sanksi administrasi pembatalan sebagai calon untuk calon yang bersangkutan," ujar Nurhadi.

Penulis: Handhika Rahman
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved