Breaking News:

Mensos Juliari Batubara Ajak Agen Perubahan Lakukan Hal Kecil yang Bisa Berdampak Besar

Kementerian Sosial Republik Indonesia melalui Badan Pendidikan, Pelatihan dan Penyuluhan Sosial (Badiklitpensos) menggelar workshop agen perubahan.

Tribun Jabar/Cipta Permana
Menteri Sosial RI, Juliari P. Batubara, memberikan arahan kepada ratusan agen perubahan dari berbagai satuan kerja pusat dan UPT Bandung dan Jawa Barat pada kegiatan workshop agen perubahan dalam rangka reformasi birokrasi bertajuk "Melalui Penguatan Agen Perubahan Wujudkan SDM Unggul yang Adaptif” di El Royale Hotel Bandung, Kamis (6/8/2020) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Cipta Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kementerian Sosial Republik Indonesia melalui Badan Pendidikan, Pelatihan dan Penyuluhan Sosial (Badiklitpensos) menggelar workshop agen perubahan dalam rangka reformasi birokrasi. Workshop bertajuk "Melalui Penguatan Agen Perubahan Wujudkan SDM Unggul yang Adaptif” digelar di El Royale Hotel Bandung.

Kegiatan yang diikuti oleh 291 staf Kementerian Sosial dari 120 satuan kerja pusat ditambah unit pelaksana teknis (UPT) di Bandung dan Jawa Barat dan 171 agen peruahan dari UPT di daerah (balai besar, balai, dan loka) berlangsung 4-7 Agustus 2020.

Menteri Sosial RI, Juliari P Batubara, yang turut hadir dan memberikan pengarahan menekankan, bekerja bukan hanya sekadar rutinitas. Menurutnya, juga harus dibarengi dengan kreativitas inovasi baru yang dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

"Sesuai dengan mandat Presiden, bahwa tugas dan fungsi agen perubahan bukan hanya sekadar business usual, tapi benar-benar harus bisa melakukan inovasi-inovasi baru, yang berujung pada
pelayanan yang lebih baik sehingga mampu membawa perubahan lebih baik kepada masyarakat," ujarnya, Kamis (6/8/2020)

Dalam arahannya, Juliari kembali mengingatkan, dalam kehidupan tidak ada sesuatu yang dapat dipastikan tetap atau abadi, kecuali sebuah perubahan. Oleh karenanya, agen perubahan yang dibentuk Kementerian Sosial merupakan upaya mendorong perubahan di masing-masing satuan kerja.

"Mementumnya pas. Kementerian sosial ini kan kementerian yang anggarannya besar sekali. Anggaran kita naik hampir dua kali lipat pada masa pandemi Covid-19, karena kepercayaan yang diberikan Presiden. Oleh karena itu, dibutuhkan perubahan-perubahan yang simpel, ya, misalnya revisi aturan yang terlalu berbelit. Prosedur yang tidak efisien bisa disederhanakan, dan upaya-upaya kecil yang mampu berdampak perubahan nyata bagi masyarakat ," ucapnya.

Melalui Workshop Penguatan Agen Perubahan Kemensos yang digelar ini pun, dirinya berharap, dapat berdampak positif terhadap kinerja staf Kemensos dalam melayani masyarakat.

"Berubah itu memang enggak enak pada awalnya, namun tetap perlu dilakukan untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. Apalagi, dengan jumlah agen perubahan yang ada saat ini di berbagai wilayah di Indonesia yang cukup banyak, maka saya meyakini upaya perubahan yang lebih akan dapat dilakukan semaksimal mungkin," katanya. (*)

Penulis: Cipta Permana
Editor: Giri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved