Breaking News:

Kekuatan Ledakan di Lebanon, Seberapa BEsar Energinya dibandingkan Bom Nuklir?

Ledakan dahsyat di pelabuhan Beirut, Lebanon pada Selasa (4/8/2020) menghancurkan kota, merusak gedung, menewaskan lebih dari seratus orang, dan meluk

Editor: Fidya Alifa Puspafirdausi
AFP/Mouafac Harb
Foto kombinasi yang menunjukkan terjadinya ledakan dahsyat di kawasan pelabuhan, di Kota Beirut, Lebanon, Selasa (4/8/2020) waktu setempat. Dua ledakan besar terjadi di Kota Beirut menyebabkan ratusan orang meninggal dan ratusan lainnya luka-luka, dan menimbulkan berbagai kerusakan pada bangunan di kawasan ledakan hingga radius puluhan kilometer. Penyebab ledakan masih dalam penyelidikan pihak yang berwenang. 

Amonium nitrat yang dicurigai memicu ledakan besar yang menyebabkan kerusakan luas bermil-mil dan menyebabkan lebih dari 100 orang tewas dan sebanyak 5.000 orang terluka disita dari sebuah kapal kargo beberapa tahun lalu, menurut pejabat Lebanon.

Zatnya, pupuk umum, adalah bahan yang sangat mudah meledak yang telah terlibat dalam sejumlah ledakan dahsyat.

Misalnya, ledakan besar-besaran tahun 2015 di Tianjin, Cina yang menewaskan lebih dari 160 orang, termasuk 99 petugas pemadam kebakaran, dan merusak lebih dari 300 bangunan sebagian disebabkan oleh 800 ton amonium nitrat, dan ledakan Kota Texas tahun 1947 yang menewaskan lebih dari 500 orang melibatkan ledakan 2.300 ton zat.

Kehancuran di Beirut telah menyebabkan lebih dari 300.000 orang kehilangan tempat tinggal pada saat negara sedang berjuang baik secara finansial maupun politik.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ledakan di Lebanon, Seberapa Besar Energinya Dibandingkan Bom Nuklir?", Klik untuk baca: https://www.kompas.com/sains/read/2020/08/06/131133023/ledakan-di-lebanon-seberapa-besar-energinya-dibandingkan-bom-nuklir?page=all#page2.
Penulis : Gloria Setyvani Putri
Editor : Gloria Setyvani Putri

Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat:
Android: https://bit.ly/3g85pkA
iOS: https://apple.co/3hXWJ0L

Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved