Breaking News:

Kekuatan Ledakan di Lebanon, Seberapa BEsar Energinya dibandingkan Bom Nuklir?

Ledakan dahsyat di pelabuhan Beirut, Lebanon pada Selasa (4/8/2020) menghancurkan kota, merusak gedung, menewaskan lebih dari seratus orang, dan meluk

Editor: Fidya Alifa Puspafirdausi
AFP/Mouafac Harb
Foto kombinasi yang menunjukkan terjadinya ledakan dahsyat di kawasan pelabuhan, di Kota Beirut, Lebanon, Selasa (4/8/2020) waktu setempat. Dua ledakan besar terjadi di Kota Beirut menyebabkan ratusan orang meninggal dan ratusan lainnya luka-luka, dan menimbulkan berbagai kerusakan pada bangunan di kawasan ledakan hingga radius puluhan kilometer. Penyebab ledakan masih dalam penyelidikan pihak yang berwenang. 

Senjata itu pertama kali digunakan dalam pertempuran pada April 2017 melawan ISIS di Afghanistan. Ledakan di Beirut, Lebanon, begitu kuat sehingga beberapa pengamat khawatir kota itu mengalami ledakan nuklir.

Kekhawatiran itu diperburuk dengan awan jamur yang menjulang tinggi di atas lokasi ledakan.

Gubernur Beirut menggambarkan ledakan pada hari Selasa (4/8/2020) seperti bom atom yang menghancurkan kota-kota Jepang di Hiroshima dan Nagasaki selama Perang Dunia II. 

"Selama saya hidup, saya belum pernah melihat kehancuran dengan energi sebesar ini," katanya.

Dengan energi ledakan beberapa ratus ton TNT, ledakan di Lebanon puluhan kali lebih kuat dari bom atom yang menghancurkan Hiroshima, yang diperkirakan menghasilkan sekitar 15 kiloton.

Daya ledaknya, sebanding dengan hasil terendah bom gravitasi nuklir B61 yang diyakini memiliki daya ledak sekitar 300 ton.

Beberapa ahli memperkirakan energi ledakan di Beirut, Lebanon setar 1-2 kiloton. Energi sebesar ini lebih kuat daripada beberapa nuklir taktis AS yang lebih kecil.

"Perbandingannya seperti itu," kata Hans Kristensen, seorang ahli persenjataan nuklir dari Federasi Ilmuwan Amerika kepada Insider. "Gelombang tekanan akan jauh lebih cepat karena pelepasan energi dari reaksi berantai nuklir yang tidak terkendali jauh lebih cepat daripada pelepasan energi dari ledakan kimia," katanya menjelaskan lebih lanjut.

Kingston Rief, pakar pelucutan senjata dan pengurangan ancaman di Arms Control Association, mengatakan kepada Insider bahwa meski energi ledakan di Beirut sebanding dengan beberapa senjata nuklir AS, ini sama sekali tidak berarti bahwa ledakan itu akan terasa seperti ledakan varian B61 hasil terendah.

Dia berargumen bahwa ledakan nuklir akan jauh lebih buruk, karena akan mencakup lebih banyak efek termal dan radiasi.

Halaman
123
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved