ASN Tak Boleh Ada di Zona Nyaman, Ratusan Pejabat di Sumedang Dirotasi, Mutasi, dan Promosi

ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumedang dalam berbagai hal harus menjadi yang pertama, menjadi yang terbaik, dan menjadi yang berbeda.

Istimewa/Humas Sumedang
Ratusan pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumedang dirotasi, mutasi promosi dan langsung dilantik oleh Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir di Gedung Negara secara virtual, Rabu (5/8/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Ratusan pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumedang dirotasi, mutasi promosi dan langsung dilantik oleh Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir di Gedung Negara secara virtual, Rabu (5/8/2020).

Ratusan pejabat itu di antaranya 95 pejabat administrator, 277 pengawas dan 9 fungsional pengawas sekolah. Untuk pejabat yang dilantik di Gedung Negara ada 21 orang dan sisanya dilakukan secara terpisah di unit kerjanya masing-masing.

Dony mengatakan, ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumedang dalam berbagai hal harus menjadi yang pertama, menjadi yang terbaik, dan menjadi yang berbeda.

Presiden Terbitkan Inpres untuk Penegakan Protokol Kesehatan, Ada Sanksi

"Tidak boleh ada lagi ASN yang berada di zona nyaman (comfort zone), semua harus beralih ke zona kompetitif (competitive zone). Semua harus proaktif dan inovatif dalam memanfaatkan dan menciptakan peluang pemerintahan dan pembangunan," katanya.

Menurutnya, mutasi, rotasi dan promosi pegawai dalam perspektif manajemen ASN adalah hal yang biasa serta merupakan kebutuhan dan penyegaran organisasi menuju terciptanya organisasi Pemda yang progresif, lincah dan tangguh.

"Apalagi di masa pandemi dan di ambang krisis ekonomi sebagai dampak Covid-19, Pemda harus mengkonsolidasikan diri dan menjadi motor penggerak untuk mewujudkan tatanan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), yakni rakyat produktif, protokol kesehatan efektif, serta aman dari Covid," ucap Dony.

3 BERITA TERPOPULER PERSIB BANDUNG, Kim Sambut Liga 1, Keberangkatan Wander Luiz ke Bandung Tertunda

Dony mengatakan, terkait hal ini ada beberapa hal fundamental yang harus diperhatikan oleh para ASN yang akan mengemban jabatan baru di berbagai medan penugasan.

"Pertama hadirkan hati dan pahami dengan baik bahwa sejatinya jabatan adalah amanah. Kedua pada saat memangku jabatan, hal yang harus dipahami selanjutnya adalah apa yang menjadi indikator dan target kinerja utama dari masing-masing jabatan," ujarnya.

Selain itu, lanjut Dony, ASN juga harus menyiapkan fisik, mental dan intelektual untuk menjadi petarung pemerintahan, yakni selaku pelayan publik yang baik, pemberdaya masyarakat yang mumpuni, serta penggerak pembangunan yang tangguh.

"Saya minta semua tidak main-main dengan jabatan. Bukan hanya bagaimana meraihnya, tetapi saudara-saudara harus siap juga dengan konsekuensinya, yaitu mengabdi dan melayani rakyat dengan sepenuh jiwa," ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan bupati, terkait dengan pengembangan karier pegawai, saat ini ASN sedang membangun manajemen talenta dan diharapkan tahun depan sistemnya berupa Talent Pool sudah selesai dan dapat dieksekusi.

"Dengan talent pool, semua data dan dokumentasi tentang kualifikasi, kompetensi dan kinerja ASN disajikan secara online dan real time," kata Dony.

Dengan demikian, lanjut bupati, proses mutasi, rotasi dan promosi pegawai akan berjalan secara sistemik (otomatis), dengan kata lain the right man on the right place.

3 BERITA TERPOPULER PERSIB BANDUNG, Kim Sambut Liga 1, Keberangkatan Wander Luiz ke Bandung Tertunda

"Mimpi besar kita ke depan adalah bagaimana mewujudkan Sumedang menjadi world class government yakni pemerintahan daerah yang bisa mensejahterakan dan membahagiakan masyarakatnya, serta mampu bersaing di kancah global," ucapnya.

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved