Breaking News:

Terkait KBM Tatap Muka, Wabup Sumedang : Kita Tidak Akan Sembarangan Keluarkan Izin

Wakil Bupati Sumedang, Erwan Setiawan mengaku tidak akan mengeluarkan izin sembarangan terkait KBM tatap muka di sekolah di kecamatan zona hijau

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Dedy Herdiana
Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
Wakil Bupati Sumedang, Erwan Setiawan saat meninjau Obyek Wisata Kampung Karuhun, Selasa (4/8/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Wakil Bupati Sumedang, Erwan Setiawan mengaku tidak akan mengeluarkan izin sembarangan terkait kegiatan belajar mengajar ( KBM) tatap muka di sekolah yang berada di kecamatan zona hijau.

Berdasarkan data dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat per 21 Juli 2020, 16 kecamatan di Sumedang yang masuk zona hijau itu yakni Sukasari, Pamulihan, Rancakalong, Situraja, Cisitu, Cibugel, Wado, Jatinunggal, Jatigede, Conggeang, Paseh, Cimalaka, Cisarua, Tanjungkerta, Tanjungmedar, dan Surian.

Erwan mengatakan, untuk saat ini pihaknya akan melihat plus minus terkait KBM tatap muka tersebut agar tidak ada penambahan kasus disaat Sumedang sudah dinyatakan nol kasus positif Covid-19.

Turis dari Zona Merah Boleh Berkunjung ke Objek Wisata di Sumedang

"Jadi jangan ada sampai ada klaster baru, seperti di sekolah, makanya kita akan kaji dulu. Kita tidak akan sembarangan mengeluarkan izin untuk itu," ujarnya saat meninjau Obyek Wisata Kampung Karuhun, Selasa (4/8/2020).

Hanya saja, kata Erwan, jika Sumedang sudah masuk zona hijau karena tidak ada lagi kasus positif Covid-19, kemungkinan semua sekolah bisa menggelar KBM secara tatap muka.

"Ya, bisa tapi tetap akan kita kaji dulu. Kita tidak akan serta merta mengizinkan, harus dilihat dulu manfaat dan kemudoratannya seperti apa," kata Erwan.

Ia mengatakan, hal tersebut perlu dilakukan agar saat KBM tatap muka diizinkan, tetapi setelah dua atau tiga hari kemudian ditutup kembali karena adanya penambahan kasus positif Covid-19.

KBM Tatap Muka Berkaitan dengan Keselamatan Jiwa Murid, Bupati Sumedang Butuh Persiapan Matang

"Mohon maaf, jangan sampai kejadian seperti di luar negeri terjadi, setelah dibuka dua hari ada siswa yang terpapar, kita gak mau seperti itu," ucapnya.

Untuk saat ini, pihaknya ingin meminimalisir resiko penyebaran Covid-19 itu, sehingga jika masih ada kemungkinan penyebaran, pihaknya tidak akan mengeluarkan izin.

"Karena yang paling utama itu kan kesehatan, mahal harganya kesehatan ini. Terutama menyelamatkan anak-anak juga jangan sampai mereka terpapar," ujar Erwan.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved