Ditinggal Demokrat, PKS Yakin Dapat Teman Lagi untuk Pilkada Kabupaten Bandung

Ketua DPD PKS Kabupaten Bandung, Jajang Rohana, mengatakan pihaknya tak khawatir meskipun ditinggal Demokrat.

Ilustrasi Ari Ruhiyat
Ilustrasi Pilkada Serentak 2020 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Ditinggal Partai Demokrat, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) harus mencari lagi kawan koalisi untuk bisa mengusung calon di Pilkada 2020 Kabupaten Bandung.

Sempat bersatu, Demokrat meninggalkan PKS untuk menyeberang ke kubu PKB dan Partai Nasdem.

Bermodal 10 kursi di DPRD, PKS tidak bisa sendirian mengusung jagoan di Pilkada Kabupaten Bandung.

Dari syarat minimal 20 persen dari jumlah wakil di legislatif, PKS hanya membutuhkan satu kursi lagi. Saat ini, DPRD Kabupaten Bandung diisi 55 legislator.

Ketua DPD PKS Kabupaten Bandung, Jajang Rohana, mengatakan pihaknya tak khawatir meskipun ditinggal Demokrat.

Menurutnya, PKS masih punya cukup waktu untuk mencari rekan koalisi yang memiliki kursi di DPRD.

Anggota Bawaslu Sebut APD untuk Penyelenggara Pilkada 2020 Belum 100 Persen Terpenuhi

Kata Politikus PAN Guspardi Gaus Soal Peluang Pilkada Diundur Lagi, Singgung Ambang Batas Pencalonan

"Politik mah dinamis, sampai 4 September (pendaftaran calon), masih ada jarak satu bulan," ujar Jajang saat dihubungi Tribun Jabar, Selasa (4/8/2020).

Sejauh ini, ucap Jajang, PKS tetap menjalin komunikasi dengan Demokrat. "Komunikasi biasa, pacaran juga putus nyambung, biasa itu," ujarnya.

Partai yang dipimpinnya juga sedang menjajal kemungkinan berkoalisi dengan PDIP dan Golkar.
"Politik itu dinamis, semua kemungkinan bisa terjadi," kata Jajang.

Bahkan, menurutnya, PKS Kabupaten Bandung siap menerima kemungkinan terburuk, gagal untuk mengajukan calon di Pilkada tahun ini.

"Kalau semua partai enggak siap bekerja sama dengan PKS, kami harus menerima. Misal, partai yang dapat kursi (di DPRD) enggak ada (yang mau koalisi), ya kami harus lapang dada," ujar Jajang.

Meskipun begitu, ia optimistis tetap ada partai yang bersedia berkoalisi dengan PSK. "Tidak ada teman abadi dan tak ada lawan abadi (dalam politik)," ucapnya.

Karena itu, ia dan kawan-kawan separtainya tak cemas. "Tidak ada kekhawatiran bagi kami, harapan itu masih ada (koalisi). Urusan politik enggak usah dicemaskan. Jika ada gunung meletus, gempa bumi, atau tsunami baru khawatir. Urusan pikada jangan khawatir," ucapnya. (lutfi ahmad mauludin)

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved