Breaking News:

Kapan Sekolah di Sukabumi Boleh Laksanakan KBM Tatap Muka? Ini Jawaban Pemkab Sukabumi

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan sekolah di kecamatan zona hijau di Kabupaten Sukabumi boleh laksanakan KBM tatap muka.

Penulis: M RIZAL JALALUDIN | Editor: Ravianto
tribunjabar/m rizal jalaludin
Ridwan Kamil Sebut Dua Minggu Lagi Sekolah di Kabupaten Sukabumi Digelar Secara Tatap Muka, 25 Juli 2020. 

Laporan Kontributor Kabupaten Sukabumi M Rizal Jalaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Wacana sekolah kembali melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) dengan tatap muka di Jawa Barat, masih jadi perbincangan.

Saat kunjungan ke Kabupaten Sukabumi, Sabtu (25/7/2020) lalu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan sekolah di kecamatan zona hijau di Kabupaten Sukabumi boleh laksanakan KBM tatap muka.

Namun, hingga kini, belum ada daftar Kecamatan zona hijau di Kabupaten Sukabumi yang dinyatakan sekolah boleh tatap muka.

Sampai saat ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi masih menunggu keputusan Pemprov Jawa Barat.

Hal itu diungkapkan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi Iyos Somantri.

"Belum ada (Daftar Kecamatan), masih nunggu arahan provinsi dan regulasinya," ujar Iyos kepada Tribunjabar.id, Senin (3/8/2020).

Diberitakan sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyebutkan, dua minggu lagi sekolah di Kabupaten Sukabumi yang Kecamatannya akan melaksanakan sekolah tatap muka.

"Dalam waktu dua minggu ini juga sekolah dibuka, karena kita akan umumkan kecamatan mana yang zona hijau, saya kira pasti banyak ya dari 47 (Kecamatan) mana zona hijaunya yang bisa dibuka bertahap," ujar Emil sapaan karibnya, di Pabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (25/7/2020).

Emil menjelaskan, hal itu dilakukan karena kondisi geografis Kabupaten Sukabumi berbeda dengan Kabupaten/Kota lain di Jawa Barat.

"Karena menurut keilmiahan Kabupaten Sukabumi itu terlalu beragam geografisnya. Beda kalau kaya, maaf ya kota Bandung atau Bogor yang geografisnya sama, kalau ini kan ada yang di gunung, dimana, sehingga perlakuannya menurut masukan tidak bisa dipersamakan," jelasnya.* (M Rizal Jalaludin)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved