Breaking News:

Virus Corona di Jabar

Gugus Tugas Covid-19 Kota Bandung Belum Dapat Laporan Resmi Hasil Pemeriksaan 40 ASN Pemprov Jabar

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bandung hingga kini belum dapat melakukan langkah antisipatif

tribunjabar/ery chandra
JADI KLASTER BARU Covid-19, Pintu Gerbang Gedung Sate Ternyata Masih Dibuka 2 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Cipta Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bandung hingga kini belum dapat melakukan langkah antisipatif berupa pelacakan, penelusuran, dan pemeriksaan dari kondisi keluarga juga masyarakat di lingkungan tempat tinggal dari 40 ASN Gedung Sate yang terkonfirmasi positif beberapa waktu lalu.

Koordinator Bidang Perencanaan, Data, Kajian dan Analisa Gugus Tugas Covid-19 Kota Bandung, Ahyani Raksanagara mengatakan, kendala tersebut disebabkan, belum adanya data resmi by name by adress yang disampaikan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Jawa Barat kepada Pemerintah Kota Bandung.

"Sampai saat ini data resmi dari by name by adress para ASN yang terkonfirmasi positif covid-19 dari hasil pemeriksaan survillance aktif belum disampaikan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat ke Pemerintah Kota Bandung, mungkin masih dilakukan pemilahan verifikasi dan validasi. Sehingga kami belum dapat menentukan langkah antisipatif yang akan dilakukan," ujarnya saat di konfirmasi melalui sambungan telepon. Minggu (2/8/2020).

Kabar Baik, Update Covid-19 Minggu 2 Agustus 2020, Pasien Sembuh Bertambah Menjadi 68.975 Orang

Ahyani menuturkan, kebutuhan akan data tersebut menjadi sangat penting sebagai acuan untuk melakukan upaya pelacakan secara epidemiologi. Terlebih dalam data tersebut terdapat identitas pasien secara detil, seperti tempat tinggal domisili, kondisi kesehatan keluarganya, siapa saja yang sempat kontak erat atau berinteraksi dengan yang bersangkutan selama 14 hari terakhir dan data-data pendukung lainnya.

"Kami akan terus menunggu data tersebut disampaikan, bahkan Dinas Kesehatan Kota Bandung terus berkomunikasi dan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, mudah-mudah data tersebut besok atau lusa sudah dapat disampaikan kepada kami, sehingga begitu data resmi didapatkan, kami akan langsung melakukan penyelidikan epidemiologi orang per orang sesuai dengan alamat tempat tinggal masing-masing untuk mendapatkan pemeriksaan kondisi keluarganya termasuk siapa saja yang kontak erat dengannya selama 14 hari," ucapnya.

Disinggung mengenai uapya antisipatif terhadap masyarakat di Kelurahan Citarum, menurutnya, hal itu pun sangat bergantung dari diterimanya data tersebut, sebab, acuan resiko penularan covid-19 itu adanya kontak erat dengan pasien terkonfirmasi positif. Oleh karena itu, pihaknya tidak akan pernah bosan untuk mengimbau kepada masyarakat agar menjalankan protokol kesehatan kapan pun dan dimana pun.

"Kami akan terus mengimabau dan mengingatkan, agar masyarakat dapat menerapkan protokol kesehatan dan budaya hidup bersih dan sehat, seperti senantiasa mencuci tangan dengan sabun, mengenakan masker secara konsisten, dan menjaga jarak batas aman saat berinteraksi, khususnya saat beraktivitas kegiatan diluar rumah. Sebab kita tidak akan pernah tahu siapa dan kapan seseorang dapat terpapar covid-19, sehingga tiga hal itu harus menjadi budaya di masa AKB ini," ucapnya.

Ini Isi Surat Edaran yang Sebut Gedung Sate Ditutup, Beredar Juga Pesan WA Sebut Puluhan ASN Reaktif

Ia pun menambahkan, bagi masyarakat yang memiliki keluhan gejala terpapar covid-19, salah satunya batuk pilek disertai suhu tubuh diatas 38 derajat celcius agar segera dapat mengakses Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) terdekat, agar dapat dilakukan penentuan langkah lanjutan pemeriksaan kesehatan.

"Jadi harus digarisbawahi dan menjadi perhatian bagi semua, bahwa upaya pencegahan melalui penerapan protokol kesehatan dan budaya hidup bersih dan sehat harus sudah menjadi budaya umum di masa AKB seperti saat ini, sebab kita tidak pernah tahu kapan dan dimana potensi penularan covid-19 terjadi," katanya.

Hal senada disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, Rita Verita saat dikonfirmasi Tribun Jabar melalui pesan singkat. Menurutnya, hingga saat ini laporan hasil tes dari para ASN Pemprov Jabar, khusunya yang berdomisi di Kota Bandung belum diperolehnya. Oleh karenanya upaya pelacakan, penelusuran, dan pemeriksaan lanjutan belum dapat dilakukan.

"Untuk hasil tes ASN Pemprov Jabar, kami belum mendapatkan laporannya secara resmi, khusunya untuk yang bertempat tinggal di Bandung. Karena jumat kemarin masih di rapatkan oleh Gugus Tugas Covid-19 Jawa Barat," ujarnya melalui pesan singkat, Minggu (2/8/2020) / Cipta Permana.

Penulis: Cipta Permana
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved