Breaking News:

Bungkus dan Bagikan Daging Kurban di Masjid Agung Sumedang Pakai 1.500 Bongsang

Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Agung Sumedang menggunakan 1.500 bongsang untuk membungkus

tribunjabar/hilman kamaludin
Bungkus dan Bagikan Daging Kurban di Masjid Agung Sumedang Pakai 1.500 Bongsang 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Agung Sumedang menggunakan 1.500 bongsang untuk membungkus sekaligus membagikan daging kurban ke sejumlah warga di sekitar masjid terbesar di Kabupaten Sumedang tersebut.

Bongsang merupakan sebuah wadah yang terbuat dari anyaman bambu. Biasanya, wadah tersebut digunakan sebagai wadah atau tempat makanan khas Sumedang yakni tahu.

Untuk diketahui, DKM Masjid Agung Sumedang melakukan penyembelihan hewan kurban pada Sabtu (1/8/2020) dengan jumlah titipan hewan kurban sebanyak 26 ekor di antaranya 7 ekor sapi dan 19 ekor kambing.

Ketua Pantia Kurban Masjid Agung Sumedang, Atep Saefulloh mengatakan, untuk menyiapkan sebanyak 1.500 bongsang itu pihaknya bekerjasama dengan pengrajin bongsang yang ada di Kabupaten Sumedang.

MULAI SENIN, Begini Rekayasa Lalu-lintas di Jalan Jakarta-Supratman-Ahmad Yani-Kiaracondong

"Kita ambil bongsang dari channel pengrajin atau pengrajin yang sudah kita kenal," ujarnya saat ditemui di Masjid Agung Sumedang, Sabtu (1/8/2020).

Menurutnya, penggunaan bongsang yang dilengkapi daun tisuk dalam pembagian daging kurban tersebut dipilih karena lebih aman dan higienis jika dibandingkan dengan wadah lain seperti plastik.

"Selain bongsang, kita juga siapkan besek supaya dagingnya juga tetap aman. Ini sama seperti yang kita lakukan pada Iduladha tahun lalu," kata Atep.

Sementara dalam proses pembagiannya, kata dia, untuk tahun ini tidak ada antrean masyarakat agar tidak ada kerumunan orang di tempat penyembelihan hewan kurban tersebut.

"Kami diwanti-wanti dari awal oleh pak ketua DKM supaya protokol kesehatan diterapkan, jadi ada daging yang diantar ke rumah warga masing-masing," ucapnya.

Warga setempat Nenden (42), menilai penggunaan bongsang dalam pembagian daging hewan kurban sangat bagus karena dagingnga bisa lebih higeinis.

Penggarap Protes PT Sapta Mitra Ciloto, Pemagaran Tutup Akses Menuju Lahan Garapan Warga

"Ini sangat bagus sekali ya, karena bungkus daging ini menggunakan bongsang tahu Sumedang," ucapnya.

Terkait hal ini, pihaknya berharap agar pembagian daging kurban menggunakan bongsang tersebut bisa tetap dipertahankan dan digunakan setiap Iduladha.

"Semoga ini menjadi berkah dan bermanfaat, terutama untuk orang yang berkurban," kata Nenden.

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved