Sukabumi Dingin dari Malam Takbir Hingga Hari Ini, Ini Penyebabnya
Saat dilihat dalam aplikasi cuaca di ponsel milik warga beberapa hari yang lalu, suhu di Sukabumi mencapai 15 derajat celcius
Penulis: M RIZAL JALALUDIN | Editor: Seli Andina Miranti
Laporan Kontributor Kabupaten Sukabumi M Rizal Jalaludin
TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Warga Sukabumi beberapa hari ini merasakan suhu dingin, baik di malam hari maupun siang hari.
Seperti yang dirasakan warga Kampung Marinjung Tengah, Desa Karangpapak, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Saat dilihat dalam aplikasi cuaca di ponsel milik warga beberapa hari yang lalu, suhu di Sukabumi mencapai 15 derajat celcius. Namun, hari ini terlihat suhu 23 derajat celcius.
Salah seorang warga, Fepy mengaku, suhu dingin ini terasa sejak malam takbiran, yaitu hari Kamis (30/7/2020) malam.
• Waspada, 19 Aplikasi Edit Foto Ini Berbahaya bagi Pengguna Android, Apakah Ada di Ponselmu?
"Dari malam takbir kemarin saya mulai merasakan suhu dingin, sampai pagi ini juga masih merasakan dingin, biasanya selalu gerah, tapi ini dingin menggigil," ujar Fepy kepada Tribunjabar.id, Sabtu (1/8/2020).
Lalu, apa yang menjadi penyebab terjadinya suhu dingin di wilayah Sukabumi?
Kepala Bagian Humas BMKG Akhmad Taufan Maulana menjelaskan, suhu dingin ini terjadi di wilayah Selatan Jawa, Bali hingga Nusa Tenggara setiap bulan Juli.
Penyebab terjadinya suhu dingin ini karena adanya intrusi udara dingin dari wilayah Australia.
"Faktor utama penyebab langsung terjadinya suhu dingin pada setiap bulan Juli adalah intrusi udara dingin dari wilayah Australia," ujarnya, Sabtu (1/8/2020).
• Pemuda Ini Bunuh Ayah Tiri Karena Emosi Adiknya Diperkosa dan Ibu Sering Dianiaya
Selain faktor utama, lanjut dia, ada juga faktor lain yang memperkuat intrusi udara dingin.
"Faktor lainnya merupakan faktor tidak langsung, hanya memperkuat intrusi udara dingin tersebut," katanya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/ilustrasi-cuaca-di-indonesia.jpg)