Breaking News:

Polda Jabar Tangani 13 Kasus Dugaan Korupsi Dana Bansos Covid-19, Begini Jika Kerugiannya Kecil

Ditreskrimsus Polda Jabar menangani laporan dugaan penyalahgunaan dana bantuan sosial

TRIBUN JABAR/ARI RUHIYAT
Ilustrasi Ayam Busuk Gate di KBB 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha

TRIBUNJABAR.ID,BANDUNG - Ditreskrimsus Polda Jabar menangani laporan dugaan penyalahgunaan dana bantuan sosial (bansos) bagi warga terdampak Covid-19.

Direktur Ditreskrimsus Polda Jabar Kombes Yaved Duma mengatakan, modus penyelewengan dana bansos itu semisal memotong dana bansos hingga mengganti bansos berisi makanan dengan barang berkualitas‎ rendah.

Dalam penanganannya, penyidik menggunakan Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi untuk menjerat mereka. ‎

Sehingga, perlu audit kerugian negara dalam penyalahgunaan dana bansos itu. Yaved belum menyebut berapa kerugian negara yang timbul akibat dugaan penyalahgunaan dana bansos itu.

Bupati Bandung Mau Kembangkan Rumah Potong Hewan, Dinilai Jadi Bisnis yang Menjanjikan

"Belum ada audit kerugian negara karena penyidik masih melakukan klarifikasi," ucap Yaved saat dihubungi Tribun, Jumat (31/7/2020).

Klarifikasi dilakukan pada sejumlah pihak seperti penerima hingga PNS yang bertugas melaksanakan pembagian bansos tersebut.

Lantas, bagaimana jika kerugian negara dalam penyalahgunaan dana bansos itu kecil atau tak seberapa?

Kemudian, belum lagi, pada praktiknya, penyelewengan dana bansos itu pada beberapa kasus, seperti pada modus pemotongan dana bansos, hasil potongannya untuk dibagikan pada warga kurang mampu namun tidak menerima dana bansos. Ia tidak memungkiri soal itu.

"Kami akan lihat dulu hasil penyelidikannya, pulbaket dan klarifikasinya dulu," ucap dia.

Total perkara dugaan penyelewengan dana bansos yang ditangani Polda Jabar dan jajaran mencapai 13 kasus.

Tujuh ditangani Ditreskrimsus Polda Jabar dan sisanya ditangani polres jajaran Polda Jabar. Dari laporan yang diterima, terlapornya melibatkan ketua RT hingga kepala dinas.

BREAKING NEWS, Innalillahi, Penyembelih Hewan Kurban di Tasik Meninggal Saat Akan Sembelih Kambing

"Terlapornya macam-macam. Mulai dari ketua RT, camat, kepala desa, perangkat desa hingga kepala dinas sosial," ucap dia.

Modusnya, kata dia, seperti memotong dana bansos berupa uang tunai. Mengganti bansos uang tunai jadi barang hingga mengganti kualitas barang untuk bansos jadi barang berkualitas rendah.

"Kemudian ada yang diganti isinya. Isi paket bantuan harusnya daging diganti jadi abon. Beras kualitas bagus diganti jadi beras kualitas rendah," ucapnya.

Penulis: Mega Nugraha
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved