Breaking News:

BTN Lelang Aset Properti Murah dari Tanah, Rumah, Apartemen, Gudang hingga Pabrik

harga yang kami tawarkan ke investor sangat miring, karena hanya harga pokok dengan bunga yang bisa dinegosiasikan atau negotiable sehingga menarik

Kompas.com/MLatief
ILUSTRASI 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menggelar investor gathering untuk menawarkan aset properti dengan harga murah. Perseroan menyatakan, langkah ini dilakukan untuk membantu investor dan pelaku usaha menginvestasikan dananya untuk aset yang tepat.

Acara tersebut mempertemukan ratusan investor di seluruh Indonesia, baik dari pengembang, agen penjualan properti, investor properti, dan lain sebagainya untuk menambah portofolio asetnya dalam bentuk properti yang nilai berpotensi tumbuh.

“BTN memberikan peluang bagi para investor untuk membeli ataupun mengelola aset-aset dari Bank BTN menjadi aset yang produktif dan bermanfaat serta dapat mendukung program pemerintah menggerakkan perekonomian nasional,” kata Direktur Utama BTN, Pahala Nugraha Mansury, dalam keterangan tertulis, Kamis (30/7/2020).

Ia menjelaskan, dalam acara ini, perseroan menggalang penjualan aset debitur yang tidak berkinerja baik. Ini sekaligus sebagai strategi mendorong pemulihan aset korporasi yang tidak produktif menjadi aset yang produktif dan menghasilkan laba, baik ke BTN maupun investor baru.

“Aset tersebut berupa tanah, resot/kondotel, perkantoran, apartemen, gudang, perumahan, hingga pabrik yang dapat dikelola atau dijual kembali oleh para investor, harga yang kami tawarkan ke investor sangat miring, karena hanya harga pokok dengan bunga yang bisa dinegosiasikan atau negotiable sehingga menarik untuk investor,” ucap Pahala.

Direktur Remedial and Wholesale Risk BTN, Elisabeth Novie Riswanti, menjelaskan, setidaknya ada 1.831 aset dengan nilai total sekitar Rp 6,06 triliun yang ditawarkan BTN, berupa proyek perumahan, proyek apartemen, rumah, kost atau kontrakan, perkantoran, unit apartemen, pabrik, ruko, hingga gudang yang tersebar di Jawa, Kalimantan, Sumatera dan Sulawesi.

“Kami memberikan informasi selengkap-lengkapnya kepada calon investor agar mereka bisa menghitung nilai investasi, kemungkinan keuntungan yang mereka terima dalam jangka panjang sehingga ke depan mereka dapat memproyeksikan imbal hasil investasi atau return of investment mereka,” katanya.

Novie optimistis, proyek perumahan masih prospektif mengingat tingginya backlog perumahan dan kebutuhan rumah yang masih tinggi.

“Lokasi akan menjadi pertimbangan utama, selain faktor kelengkapan dokumen, namun demikian investor yang tertarik akan dilakukan due diligence untuk mengkonfirmasi potensi dan prospek dari aset yang kami jual atau lelang,” kata Novie.

Untuk mendapatkan aset tersebut, investor cukup mengajukan form minat, dan petugas dari BTN akan memproses lebih lanjut para investor untuk ikut serta dalam lelang dan proses due diligence.

“Proses dan mekanisme lelang, maupun mekanisme lain untuk pengambilalihan aset itu kami lakukan sesuai ketentuan lelang atau peraturan perundangan yang berlaku agar memenuhi aspek legalitas,” kata Novie.

BTN mematok target penjualan aset Rp 1 triliun yang terdiri dari Rp 800 miliar dari penjualan aset seperti perkantoran, pabrik, gudang, proyek apartemen dan proyek perumahan dan Rp 200 miliar dari penjualan aset perumahan, atau unit apartemen.

“Penjualan dan pelelangan aset merupakan strategi yang cukup efektif dalam recovery aset BTN yang tahun ini kami harapkan bisa menembus Rp 3 triliun, dan acara ini akan rutin kami agendakan,” kata Novie. (sakina rakhma)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "BTN Lelang Aset Properti Murah, dari Rumah hingga Pabrik",

Editor: Darajat Arianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved