MUI Jabar Minta Umat Muslim Kedepankan Protokol Kesehatan Saat Salat Iduladha dan Potong Hewan

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat mengimbau agar umat muslim selalu mengedepankan protokol kesehatan dalam melaksanakan salat Iduladha

Tribun Jabar/Cipta Permana
Ketua MUI Jawa Barat, Rachmat Syafei (kanan), bersama Sekretaris MUI Jawa Barat, Rafani Achyar, di Kantor MUI Jawa Barat, Kamis (30/7/2020). MUI Jabar mengimbau agar masyarakat dapat mengedepankan protokol kesehatan dan menjaga kondusivitas dalam penyelenggaraan ibadah Iduladha di tengah pandemi Covid-19. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Cipta Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat mengimbau agar umat muslim selalu mengedepankan protokol kesehatan dalam melaksanakan salat Iduladha. Bukan itu saja, protokol kesehatan juga harus dilaksanakan saat pemotongan hewan hingga pendistribusian daging hewan kurban dalam mencegah penularan Covid-19.

Ketua MUI Jawa Barat, Rachmat Syafei, mengatakan, protokol kesehatan memang harus dilaksanakan meski tak ada larangan melaksanakan salat Iduladha baik di masjid maupun lapangan. Termasuk pemotongan hewan kurban juga bisa dilaksanakan seperti biasa.

"Meski bersifat sunnah muakkadah, namun ibadah kurban tetap harus dilaksanakan dan tidak dapat diganti dengan ibadah lainnya. Terutama bagi mereka yang memiliki kecukupan rezeki, karena maknanya sangat besar dan agung," ujar Rachmat di Kantor MUI Jawa Barat, Kamis (30/7/2020).

Surat Edaran MUI Jawa Barat tentang tuntunan pelaksanaan salat Iduladha 1441 H dan penyembelihan hewan kurban dalam situasi pandemi Covid-19, Kamis (30/7/2020).
Surat Edaran MUI Jawa Barat tentang tuntunan pelaksanaan salat Iduladha 1441 H dan penyembelihan hewan kurban dalam situasi pandemi Covid-19, Kamis (30/7/2020). (Tribun Jabar/Cipta Permana)

Rachmat mengatakan, pihaknya telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor Rek-707/DP-P.XII/XII/2020 tentang Tuntunan Pelaksanaan Salat Iedul Adha 1441 H dan Penyembelihan Hewan Kurban dalam Situasi Pandemi Covid-19, yang telah disampaikan kepada semua MUI kabupaten/kota di Jawa Barat dan disebarluaskan kepada masyarakat.

Selain itu, lanjutnya, ada beberapa kebiasaan yang tidak bisa dilakukan saat penyelenggaraan ibadah Iduladha di tengah pandemi Covid-19. Satu di antaranya mengenai teknis pembagian daging kurban.

Jika biasanya banyak warga yang berkerumun di lokasi pemotongan, namun untuk saat ini, ia meminta agar pendistribusian daging kurban dapat disalurkan secara langsung ke rumah para penerima daging kurban.

"Tetapkan protokol kesehatan dalam pendristribusian daging kurban, terutama hindari kerumunan massa. Oleh karena itu, panitia pemotongan hewan kurban harus mampu mendata dan siap mendatangi satu per satu rumah para penerima yang berhak mendapatkan daging kurban," katanya.

Di tempat yang sama, Sekretaris MUI Jawa Barat, Rafani Achyar, meminta warga untuk tetap menjaga kondusivitas dan ketertiban di saat momentum seperti ini. Dia khawatir adanya pihak-pihak yang memperkeruh situasi dengan menyebarkan berita bohong terutama menyangkut ibadah kurban di masa pandemi ini.

"Salah satunya dengan tidak menyebarkan informasi yang dapat memperkeruh suasana dan melahirkan kebencian demi kepentingan individu maupun segelintir kelompok. Oleh karenanya mari kita jaga nuansa keagungan Iduladha ini," katanya. (*)

Penulis: Cipta Permana
Editor: Giri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved