Breaking News:

Konsumsi LPG Subsidi di Bandung Saat Idul Adha Diperkirakan Naik 10 Persen, Ini Antisipasi Pertamina

Konsumsi LPG bersubsidi di Bandung saat Idul Adha diperkirakan naik 10 persen. Ini antisipasi dari Pertamina.

Istimewa
Pertamina jamin aman pasokan LPG di Kabupaten Garut jelang Lebaran dan libur Lebaran 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG – PT Pertamina melalui Marketing Operation Region (MOR) III memastikan kesiapan pasokan BBM dan LPG menjelang dan pada Hari Raya Idul Adha 2020.

Khusus Kota Bandung diperkirakan akan ada kenaikan konsumsi LPG hingga 10 persen.

Unit Manager Communication Relations & CSR Marketing Operation Region (MOR) III Dewi Sri Utami mengatakan, menjelang Idul Adha 2020 pihaknya mengantisipasi kenaikan konsumsi LPG khususnya LPG subsidi 3 kilogram sebesar 10 persen untuk periode 24 Juli - 6 Agustus 2020, atau H-7 dan H+7 Idul Adha.

"Kenaikan pasokan ini dibandingkan konsumsi normal 2020.
Konsumsi normal adalah konsumsi rata-rata bulan Januari-Februari, sebelum Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diterapkan di Indonesia," kata Dewi dalam keterangan resmi yang dikutip Tribun, Kamis (30/7/2020)

Ia mengatakan, penambahan pasokan atau fakultatif ini bersifat situasional, yakni tambahan pasokan dilakukan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Untuk wilayah Bandung Raya, kebutuhan rata-rata LPG PSO diperkirakan mencapai 963 MT per hari dibandingkan pasokan normal 876 MT per hari, atau berpeluang naik hingga 10 persen dibanding pasokan normal.

Sedangkan untuk wilayah Priangan Timur yang melingkupi Kota/Kab Tasikmalaya, Kota Banjar, Kab Garut, dan Kab Pangandaran, konsumsi normal LPG 3 kg sebesar 382 MT per hari, diestimasi bertumbuh 10 persen menjadi 420 MT per hari.

Sementara untuk wilayah Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan), kebutuhan pada momen Idul Adha sebesar 621 MT rata-rata per hari, juga bertumbuh 10 persen dari pasokan normal 565 MT per hari.

Untuk seluruh wilayah MOR III yakni Provinsi Jawa Barat, Prov DKI Jakarta dan Prov Banten, konsumsi normal rata-rata harian untuk produk LPG PSO 3 kg sebanyak 6.504 metrik ton (MT) per hari, atau diperkirakan naik menjadi 7.153 MT per hari. Sementara itu, pada Idul Adha tahun 2019, rata-rata konsumsi LPG PSO 3 kg adalah 6.551 MT per hari.

Wilayah Provinsi Banten diperkirakan sebesar 1.155 MT rata-rata per hari dan Sukabumi – Cianjur mencapai 454 MT per hari pada Idul Adha 2020.

Kebutuhan LPG subsidi di wilayah Bekasi, Purwakarta, Subang, dan Karawang diperkirakan mencapai 1.124 MT rata-rata per hari.

Sedangkan, wilayah Depok – Bogor mencapai 901 MT rata-rata per hari.

“Perkiraan sebesar 10 persen juga merupakan refleksi dari peningkatan Idul Adha tahun 2019. Namun demikian jika dibutuhkan, Pertamina dapat menambah pasokan kembali untuk memenuhi konsumsi masyarakat,” kata Dewi.

Khusus untuk LPG non-subsidi rumah tangga di antaranya LPG Bright Gas 5,5Kg dan 12 Kg, pasokannya diyakini dapat mencukupi kebutuhan.

Masyarakat dapat memperoleh LPG-Non PSO ini di agen dan pangkalan, maupun outlet atau minimarket.

Sehari Menjelang Idul Adha, Pasien Positif Covid-19 di Kabupaten Sukabumi Bertambah

Penulis: Siti Fatimah
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved