Komisi B DPRD dan Gugus Tugas Covid-19 Kota Bandung Temukan Kesepakatan tentang Tempat Hiburan

Komisi B DPRD Kota Bandung menggelar rapat koordinasi bersama jajaran Pemerintah Kota Bandung.

Tribun Jabar/Cipta Permana
Wakil Ketua DPRD Kota Bandung, Edwin Senjaya, menjelaskan terkait terjadinya kesepahaman dan kesepakatan dari hasil rapat kerja terkait kemungkinan dibukanya tempat hiburan di Kota Bandung, ditemui di Gedung DPRD Kota Bandung Kamis (30/7/2020) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Cipta Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Komisi B DPRD Kota Bandung menggelar rapat koordinasi bersama jajaran Pemerintah Kota Bandung. Rapat tersebut membahas kemungkinan pembukaan kembali tempat hiburan di masa pandemi Covid-19.

Hal tersebut, tidak terlepas dari upaya pemulihan sektor ekonomi dan tuntutan para pegiat tempat hiburan yang "menjerit" akibat tidak adanya pemasukan. Penyebabnya, ada kebijakan penutupan sementara sejak empat bulan lalu.

Wakil Ketua DPRD Kota Bandung, Edwin Senjaya, mengatakan, rapat kerja yang dilakukan merupakan tindak lanjut dari penyampaian aspirasi yang disampaikan para pegiat usaha hiburan yang tergabung dalam Perkumpulan Pegiat Pariwisata Bandung (P3B).

"Dari pembahasan yang dilakukan, akhirnya ada kesepahaman dan kesepakatan yang diambil. Sehingga komisi B mengeluarkan nota komisi dan akan ditindaklanjuti menjadi surat rekomendasi yang akan disampaikan kepada Pemerintah Kota Bandung untuk dapat membuka tempat hiburan dengan menerapkan protokol kesehatan sebaik-baiknya," ujarnya di ruang rapat Komisi B Gedung DPRD Kota Bandung, Kamis (30/7/2020).

Oleh karenanya, dalam situasi adaptasi kebiasaan baru (AKB) saat ini, upaya sinergitas serta keseimbangan penangangan dampak Covid-19 harus dapat berjalan bersamaan. Terlebih, tidak ada yang dapat memastikan kapan pandemi Covid-19 akan berakhir.

"Dengan dibukanya aktivitas tempat hiburan nantinya, bukan hanya mengembalikan kesejahteraan masyarakat, khususnya para pegiat tempat hiburan. Tetapi juga memperbaiki Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bandung yang terus melemah selama pandemi Covid-19, dan bila terus dibiarkan akan memicu keresahan di masyarakat," ucapnya.

Ia menambahkan, dengan hilangnya potensi PAD Kota Bandung, Pemkot Bandung sebenarnya menyadari dan sepemahaman terkait diizinkanya kembali operasional bisnis hiburan.

Sebab, sejauh ini tidak dapat mengubah kurva dampak penyebaran Covid-19 menjadi lebih landai atau menimbulkan klaster baru tanpa harus memberlakukan kebijakan pembatasan aktivitas ini.

"Opsi yang muncul untuk menanggulangi Covid-19, di bisnis hiburan melalui penerapan protokol kesehatan yang ketat dinilai perlu dilakukan. Mengingat, vaksin untuk virus corona belum ditemukan," ujarnya.

Halaman
123
Penulis: Cipta Permana
Editor: Giri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved