Ramai Disebut Kantor Bapenda Purwakarta Ditutup dan Lockdown, Ini Faktanya

Di Purwakarta heboh kantor Bapenda ditutup dan diberlakukan lockdown. Ini faktanya.

Tribun Jabar/Muhammad Nandri Prilatama
Kantor Bapenda Purwakarta disemprot disinfektan. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Kepala Bapenda Purwakarta, Nina Herlina angkat bicara terkait hebohnya kantor Bapenda ditutup lantaran beredar kabar ada orang yang terpapar datang ke kantor tersebut, Rabu (29/7/2020).

Nina mengatakan bingung adanya berita kantor Bapenda ditutup.

Padahal, menurutnya pihak Bapenda justru melakukan penyemprotan disinfektan di sekitar ruang pelayanan, sehingga kegiatan yang sifatnya pelayanan terhadap warga diberhentikan dahulu.

"Kami tadi melakukan penyemprotan karena sudah lama tidak disemprot kantor Bapenda ini. Kok justru menjadi ramai? Ada-ada saja, nanti yang ada orang-orang pada takut datang ke Bapenda padahal tidak terjadi apa-apa," ujarnya, Rabu (29/7/2020).

Kegiatan penyemprotan yang dilakukan pihak Bapenda ini memang sudah menjadi kegiatan rutin, sekaligus sebagai rangka pencegahan karena kantor Bapenda sifatnya pelayanan kepada warga.

Kondisi penyebaran Covid-19 di Purwakarta memang saat ini trennya meningkat.

Terbaru corona menyerang Wakil Ketua DPRD dari Fraksi PDIP, serta ada pula sejumlah tenaga medis yang terpapar.

Pemerintah Kabupaten Purwakarta dengan cepat menggencarkan kembali penyemprotan-penyemprotan disinfektan di kantor-kantor juga ruang pelayanan.

Kabar Buruk dari Majalengka, 4 Orang Dinyatakan Terpapar Covid-19, Dua di Antaranya Pegawai DP3AKB

ARMY Siap-siap! BTS Tampil Malam Ini, Berikut Link Live Streaming Tokopedia Play, SCTV, dan Indosiar

Penulis: Muhamad Nandri Prilatama
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved