Breaking News:

Mulai Alat Tes sampai Vaksin Covid-19 Dikembangkan di Bandung

Menteri Riset dan Teknologi Republik Indonesia, Bambang Brodjonegoro, mengatakan Indonesia

NICOLAS ASFOURI / AFP ILUSTRASI
ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Menteri Riset dan Teknologi Republik Indonesia, Bambang Brodjonegoro, mengatakan Indonesia terus berupaya melepaskan ketergantungan impor berbagai alat penanganan Covid-19.

Hal ini dilakukan di antaranya dengan mendorong inovasi alat-alat tersebut dari berbagai lembaga penelitian di Indonesia, terutama di Jawa Barat, sehingga bisa diproduksi dan digunakan sendiri.

Alat pertama yang dikembangkan, katanya, adalah alat pengujian hasil swab test atau tes usap Covid-19, yakni Reverse-Transcriptase Polymerase Chain Reaction (RT PCR) bernama RT-Lamp yang dikembangkan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi ITB pun, katanya, mengembangkan alat serupa menggunakan mesin Suspected Plasmonic Resonance (SPR).

Pemain, Pelatih, dan Manajemen Persib Bandung Hari Ini Kumpul di Sulanjana, Agenda Masih Rahasia

"Dua-duanya sama tujuannya adalah membuat alternatif untuk PCR, sehingga kita tidak harus beli mesin PCR terus dari luar. Kemudian kita sekarang tidak kerepotan untuk menyediakan reagennya," kata Bambang saat mengunjungi LIPI di Kota Bandung, Rabu (29/7).

Bambang mengatakan ITB sendiri sudah mengembangkan reagen atau pereaksi kimia untuk pengujian hasil tes usap atau swab test. Reagen yang selama ini didapat dengan cara diimpor, katanya, juga merupakan produk yang sangat penting dalam pengujian sampel Covid-19.

"Kemudian produk lainnya dari LIPI itu adalah suplemen khusus Covid-19 ya. Saat ini masih menjalani clinical trial di Rumah Sakit Wisma Atlet dan diharapkan bulan Agustus ini
bisa kelihatan hasilnya apakah suplemen-suplemen yang diujicobakan tersebut memang cocok untuk Covid-19, kan harus melalui uji klinis," katanya.

ITB dan Unpad sendiri, katanya, sudah mengembangkan produk rapid test maupun PCR test kit yang dihasilkan oleh konsorsium riset dan inovasi. Dalam perkembangannya, pihaknya menambah produk sekaligus meningkatkan kualitas dari produk tersebut.

"Nah ada dua produk yang dibahas baru saja, yang pertama itu adalah kita menginginkan pengujian yang saat ini kita sebut sebagai pengujian PCR, itu ada kemungkinan alternatifnya ya. Kemungkinan alternatif dengan mesin yang kalau disingkat itu adalah SPR ya, dan diharapkan dengan peralatan atau test kit yang dikembangkan oleh tim BPPT dan ITB ini maka mesin SPR ini bisa menjadi alternatif pemeriksaan swab atau ludah dari Covid-19," katanya.

FAKTA BARU Tarif Prostitusi Online Libatkan Artis Vernita Syabilla, Ada Uang Rp 30 Juta di Kamar

Halaman
123
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved