Breaking News:

Kemenag Ajak Ulama dan Mubalig Sosialisasikan Tata Cara Ibadah Idul Adha & Pemotongan Hewan Kurban

Kemenag mengajak ulama dan mubalig sosialisasikan tata cara ibadah Iduladha dan pemotongan hewan kurban saat pandemi.

Kompas.com/Lucky Pransiska
ilustrasi sholat Idul Adha 

Lapora Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kementrian Agama (Kemenag) mengeluarkan surat edaran nomor 18 tahun 2020 tentang penyelenggaraan salat Iduladha dan penyembelihan hewan kurban tahun 1441 Hijriah. 

Dalam surat edarannya itu, Kemenag merinci ketentuan apa saja yang harus ditaati saat pelaksanaan salat Iduladha dan penyembelihan hewan kurban mulai dari menyiapkan petugas untuk melakukan dan mengawasi penerapan protokol kesehatan di area tempat pelaksanaan hingga tidak mewadahi sumbangan jemaah dengan cara menjalankan kotak, karena berpindah-pindah tangan rawan terhadap penularan penyakit.

Humas Kemenag Kota Bandung, Agus Saparudin mengatakan, surat edaran itu sudah disosialisasikan ke tingkat wilayah.

Diharapkan, para ulama di setiap kelurahan dapat ikut menyosialisasikan kepada jamaahnya.

"Kami mengimbau kepada yang bukan ASN atau bukan stakeholder kami, yaitu para ulama dan ustaz yang memang ada di daerah masing-masing mohon juga untuk bantu menyosialisasikan," ujar Agus Saparudin melalui sambungan telepon, Rabu (29/7/2020).

Sosialisasi Surat Edaran mengenai protokol salat Id dan pemotongan hewan kurban, kata dia, baru dilakukan penyuluh di Kemenag Bandung yang ada di tiap kecamatan dengan jumlah yang bervariasi.

Selain itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) pun dilibatkan menyosialisasikan mengenai protokol itu.

"Kami sudah menyosialisasikan protokol kesehatan itu melalui para penyuluh ya, (kami) punya penyuluh agama Islam di setiap kecamatan di Kota Bandung. Jadi ada yang empat atau tiga orang petugas kami di kecamatan-kecamatan," katanya.

Jumlah petugas dari Kemenag Kota Bandung yang menyosialisasikan Surat Edaran sebanyak 110 orang, ditambah 242 orang tenaga honorer.

Jumlah tersebut, kata dia, masih kurang untuk memberi sosialisasi ke masyarakat sehingga dibutuhkan peran ulama atau ustaz.

"Tetap masih kurang kalau dibandingkan jumlah penduduk yang ada di Kota Bandung, maka kami meminta dan mengimbau kepada para ulama, stakeholder kami, ustaz, mubaligh, untuk menyosialisasikan surat edaran ini," ucapnya.

TNl-Polri Siap Kawal Pembangunan Nasional Menuju Indonesia Maju 

Alasan Kalangan Pesantren Cirebon Minta Dilibatkan dalam Penobatan Sultan Sepuh XV

Penulis: Nazmi Abdurrahman
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved