Hadapi Hari Raya Idul Adha, Pemkot Bandung Kembali Ingatkan Warga Soal Protokol Kesehatan

Menjelang Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriah, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung kembali mengingatkan warga untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan.

TRIBUN JABAR/TIAH SM
Wali Kota Bandung, Oded M Danial (tengah), menyampaikan perkembangan terkini kasus Covid-19 di Kota Bandung, Jumat (24/7/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Tiah SM

TRIBUNJABAR. ID, BANDUNG - Menjelang Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriah, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung kembali mengingatkan warga untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan.

Pemkot Bandung telah mengeluarkan surat edaran tentang penyelenggaraan salat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban.

Wali Kota Bandung, Oded M Danial meminta umat muslim Kota Bandung tetap menerapkan protokol kesehatan saat melaksanakan salat Iduladha.

“Silahkan laksanakan salat Id berjemaah, tetapi tetap harus menerapkan protokol kesehatan,” pinta Oded di Balai Kota Bandung, Rabu (29 /7/2020).

Disbudpar Kota Bandung Dorong Kebangkitan Pariwisata di Masa Penerapan AKB

Sementara, Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana meminta umat muslim untuk melaksanakan protokol kesehatan sesuai dengan surat edaran tersebut.

“Kiami sudah mengelurkan Surat Edaran. Itu ada dari MUI (Majelis Ulama Indonesia) juga Kemenag (Kementerian Agama), ikuti saja, standar protokol kesehatan yang ketat. Seperti pakai masker dan menjaga jarak,” ujar Yana.

Dalam surat bernomor: 451/SE-102.Bag.Kesra tertanggal 15 Juli 2020, setiap penyelenggaran salat Idulahda wajib melaksanakan protokol kesehatan.

Di antaranya, jika salat dilaksanakan di masjid maka hanya diperkenankan diikuti jemaah oleh sekitar 50 persen dari kapasitas masjid.

Sedangkan jika dilaksanakan di lapangan, maka jarak antar jemaah harus sekitar satu meter.
Selain itu, para penyelenggara juga wajib menyediakan fasilitas cuci tangan, sabun, dan hand sanitizer.

Selain itu, melaksanakan pengecekan suhu tubuh di pintu masuk lokasi salat.
Saat salat dan khotbah, pelaksanaannya juga diimbau untuk dipersingkat tanpa mengurangi syarat dan rukunnya.

Penyelenggara juga dilarang untuk menjalankan kotak sedekah. Pasalnya hal itu rentan terjadinya penularan penyakit.

Para jemaah wajib membawa alat salat masing-masing dari rumah. Jemaah juga diminta untuk menghindari kontak fisik.

Bagi anak-anak dan usia lanjut dianjurkan untuk tidak mengikuti salat Iduladha berjemaah.
Untuk para mustahik, Yana juga meminta cukup diam dirumah, menunggu kiriman daging kurban diberikan oleh panitia.

“Penyembelihan jangan ada kerumuan. Mustahik juga cukup diam di rumah, nanti diantarkan ke rumah masing-masing,” pintanya. (tiah sm)

Penulis: Tiah SM
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved