Breaking News:

Disbudpar Kota Bandung Dorong Kebangkitan Pariwisata di Masa Penerapan AKB

Disbudpar) Kota Bandung berupaya membangkitkan sektor pariwisata di masa penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB)

Tribun Jabar/Nazmi Abdurrahman
Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung, Kenny Dewi Kaniasari 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung berupaya membangkitkan sektor pariwisata di masa penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

Kepala Disbudpar Kota Bandung, Kenny Dewi Kaniasari mengatakan, pajak dari pariwisata ini menjadi salah satu sektor yang paling besar menyumbang pendapatan asli daerah (PAD), sehingga Ia ingin Kota Bandung kembali didatangi banyak wisatawan.

Namun, dalam pelaksanaannya tetap harus mengedepankan protokol kesehatan.

"Sektor pariwisata ini memberikan kontribusi yang besar ke PAD Kota Bandung, makanya didorong agar kembali bangkit, hanya faktor kesehatan harus seimbang, jadi tetap bertahap tidak bisa sekaligus, beberapa strategi juga harus segera dilakukan," ujar Kenny, saat ditemui di Balai Kota Bandung, Rabu (29/7/2020).

Selama AKB Okunpansi Hotel di Kota Bandung Hanya Mencapai 20 Persen

Salah satu strategi yang sudah dijalankan Pemerintah, kata dia, dengan memberikam potongan harga dalam rangkaian Bandung Great Sale selama dua bulan.

"Buktinya Juni ke sini sudah naik 20 persenan, tapi idelanya itu hotel 40 persen, harapannya di kuartal ketiga kalau bisa naik ke 40 persen," katanya.

Selain itu, kata Kenny, pihaknya kini tengah menyusun rencana membuat kampanye Kota Bandung aman untuk dikunjungi.

"Kota Bandung ini destinasi yang aman untuk dikunjungi, secara aktual di lapangan memang kondisinya aman, makanya kesadaran dari semua unsur masyarakat ini kita butuhkan dukungannya dengan menegakan protokol kesehatan," ucapnya.

Buntut Positif Covid-19, Hotel di Kota Bandung Tempat Rapat Banggar DPRD Purwakarta Disterilisasi

Selain itu, pihaknya pun meminta kepada tamu dan manajemen hotel agar disiplin menjalan protokol
kesehatan. Bahkan, jika ada tamu yang tidak memenuhi protokol, jangan diizinkan meningap di hotel.

"Kalau memang ada pengunjung hotel yang tidak memenuhi syarat, ya terpaksa tidak bisa stay di hotel itu, lebih ke kesadraan diri masing-masing," katanya.

Penulis: Nazmi Abdurrahman
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved