Breaking News:

Luncurkan Gerakan Bisa, Ketua Komisi X DPR RI Dorong Pemda Buka Destinasi Wisata Bantu Pelaku Usaha

Ketua Komisi X DPR RI, Syaiful Huda meresmikan program "Gerakan Bisa" dalam menyambut masa adaptasi kebiasaan baru (AKB) di Purwakarta.

Tribun Jabar/Muhamad Nandri Prilatama
Ketua Komisi X DPR RI, Syaiful Huda meresmikan program "Gerakan Bisa" dalam menyambut masa adaptasi kebiasaan baru (AKB) di Purwakarta. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Ketua Komisi X DPR RI, Syaiful Huda meresmikan program "Gerakan Bisa" dalam menyambut masa adaptasi kebiasaan baru (AKB) di Purwakarta. Gerakan Bisa ini gerakan yang bergerak di sektor pariwisata.

Syaiful Huda menyampaikan Gerakan Bisa ini merupakan sebagai permulaan di masa AKB guna menginspirasi pemerintah daerah untuk secepatnya mengambil inisiatif agar destinasi apapun bentuknya baik religi, kampung wisata, atau wahana bisa dibuka.

"Tapi, catatannya menerapkan protokol kesehatan. Semua penyelenggara wisata di tempatnya masing-masing mesti menyiapkan sepenuhnya protokol kesehatan," kata dia, di Purwakarta, Selasa (28/7/2020).

Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika Lakukan Tes Swab di Rumah Dinas, Soal Hasil Begini Katanya

Syaiful Huda pun meminta kepada Dinas Pariwisata untuk membentuk tim dalam era new normal. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, kata Huda, telah memberikan penduannya untuk hotel, restauran, dan homestay.

"Memang perlu ada peebaikan di hotel terkait misal penyajian makannya, karena diakui makanan pun berpotensi terjadinya penularan. Jadi, intinya sektor pariwisata perlu dibuka agar terjadi keramaian dan tetap patuh protokol kesehatan," ujarnya.

Ketika disinggung terkait penerapan AKB yang belum tepat, Huda mengakuinya. Menurutnya memang semestinya AKB ini jangan dahulu diterapkan. Tetapi, jika tidak diterapkan justru berdampak pada sektor ekonomi.

"Kalau wisata belum dibuka nanti bisa kolaps perekonomian pelaku usaha kecil atau pedagang karena enggak punya pendapatan," ujarnya seraya menyebut banyak yang miskin mendadak.

Sementara itu, Plh Direktur Kelembagaan Kemenparekraf, Hendry Noviardi menyebutkan secara nasional sektor ekonomi memang terjadi penurunan di semua sisi, yang berimbas pula pada perhotelan dan restauran.

"Jadi, adanya Gerakan Bisa ini sebagai langkah awal untuk menginformasikan bahwa sektor wisata ini masih menjanjikan, sehingga pelaku wisata perlu membenahi destinasi wisatanya dalam menyambut new normal," ujarnya. (*)

Penulis: Muhamad Nandri Prilatama
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved