Breaking News:

Edi Siswadi Terseret RTH: Terima Rp 10 Miliar, Menangis Rumah Istri Digadai untuk Ganti Uang Negara

Mantan Sekretaris Daerah ( Sekda) Kota Bandung, Edi Siswadi, yang kini masih menghuni Lapas Sukamiskin, kembali bernasib sial.

TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Edi Siswadi saat menjadi terdakwa kasus suap hakim Setyabudhi Tedjocahyono, membacakan nota pembelaan di Pengadilan Tipikor, Jalan RE Martadinata, Kota Bandung, Kamis (10/4/2014). Kini Edi Siswadi Terseret kasus RTH Kota Bandung. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG -‎ Mantan Sekretaris Daerah ( Sekda) Kota Bandung, Edi Siswadi, yang kini masih menghuni Lapas Sukamiskin, kembali bernasib sial.

Nama Edi Siswadi disebut-sebut terkait dalam perkara korupsi pengadaan tanah untuk ruang terbuka hijau ( RTH) Kota Bandung dengan kerugian negara Rp 60 miliar lebih yang diusut oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Bahkan, saat dihadirkan sebagai saksi dalam sidang perkara dugaan korupsi RTH di Pengadilan Tipikor Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Senin (27/7/2020), Edi Siswadi mengaku telah menerima dana Rp 10 miliar.

Edi Siswadi Akui Terima Rp 10 Miliar, Menangis Rumah Istrinya Digadaikan Bayar Ganti Kerugian Negara
Edi Siswadi Akui Terima Rp 10 Miliar, Menangis Rumah Istrinya Digadaikan Bayar Ganti Kerugian Negara (tribunjabar/mega nugraha)

Edi Siswadi dihadirkan sebagai saksi untuk terdakwa Herry Nurhayat mantan Kepala DPKAD Kota Bandung, Tomtom Dabbul Qomar dan Kadar Slamet mantan Anggota DPRD Kota Bandung.

Dalam dakwaan jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kerugian negara dalam korupsi RTH Kota Bandung mencapai Rp 60 miliar lebih dari anggaran pengadaan tanah untuk RTH mencapai Rp 100 miliar lebih.

Di persidangan, Edi Siswadi, mengakui menerima uang Rp 10 miliar secara bertahap dari Dadang Suganda, tersangka KPK dalam kasus yang sama namun belum disidangkan.

Bacaan Niat Puasa Tarwiyah dan Arafah 29 dan 30 Juli Latin Beserta Artinya, Berikut Keutamaannya

Sementara Dadang Suganda disebut dalam dakwaan menerima keuntungan dalam proses pengadaan RTH hingga Rp 30 miliar dalam perannya sebagai calo tanah.

"Seingat saya dalam bentuk cek sekitar Rp 10 miliar dari Dadang. Tapi bertahap, dari Agustus 2012 hingga Maret 2013," kata Edi Siswadi.

Atas aliran dana Rp 10 miliar yang diterimanya, Edi Siswadi tentu harus mengembalikan uang itu kepada negara dan pihaknya sudah berkonsultasi dengan KPK.

Halaman
123
Penulis: Mega Nugraha
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved