Saat Memotong Daging Kurban, Panitia Harus Patonggong-tonggong dan Bawa Baju Ganti

Seluruh panitia kurban harus menggunakan masker, sarung tangan serta memakai baju lengan panjang atau kaus lengan panjang.

Penulis: Andri M Dani | Editor: Ravianto
Tribun Jabar/ Mumu Mujahidin
Pada perayaan Iduladha 1939 H, Bupati Bandung, Dadang M Naser, menyembelih hewan kurban di halaman Masjid Raya Al Fathu, Soreang, Kabupaten Bandung, Rabu (22/8/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Andri M Dani

TRIBUNJABAR.ID,CIAMIS – Pelaksanaan penyembelihan hewan kurban pada Idul Adha disaat pandemic Covid-19 ini pihak panitia kurban harus benar-benar mematuhi protokol kesehatan.

Jangan sampai lalai dan harus selalu berhati-hati.

Menurut Kasi Kesmavet Dinas Peternakan dan Perikanan Ciamis, drh Asri kepada Tribun Senin (27/7), tempat yang dijadikan lokasi penyembelih harus seteril disemprot desinfectan termasuk seluruh peralatan yang digunakan.

“Jangan ada warga yang menonton. Cukup dihadiri panitia dan jamaah yang ikut berkurban saja untuk menyaksikan penyembelihan. Dan harus pakai masker,” ujar drh Asri.

Seluruh panitia kurban harus menggunakan masker, sarung tangan serta memakai baju lengan panjang atau kaus lengan panjang.

“Juga harus membawa baju untuk ganti (salin). Sebelum pulang ke rumah, panitia kurban harus mandi di masjid terdekat dan pulang ke rumah sudah ganti baju,” katanya.

Yang paling penting, panitia kurban harus sehat dan fit, tidak sakit.

“Kalau lagi sakit, sebaiknya tidak datang ke lokasi penyembelihan,” imbuhnya.

Dan saat memotong-motong daging kurban panitia jangan sampai saling berhadap-hadapan melainkan saling membelakang.

“Patonggong-tonggong,” ujar drh Asri.

Yang paling penting, saat pendistribusian daging kurban kata drh Asri, warga penerima daging kurban (mustahik) jangan sampai datang ke lokasi penyembelihan.

Tetapi tetap saja di rumah.

“Panitia harus langsung mengantarkan daging kurban ke rumah-rumah warga. Dengan ketentuan tetap mematuhi protocol kesehatan. Jaga jarak dan pakai masker, tidak perlu salam-salaman. Ini semua untuk memutus mata rantai terjadinya penularan Covid-19,” katanya (andri m dani)   

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved