Kim Jong Un Langsung Lockdown Satu Kota setelah Ada Satu Warganya yang Tunjukkan Gejala Covid-19

Bila hasil tes warga tersebut positif, maka akan menjadi kasus pertama virus korona di Korut sejak dimulainya pandemi global.

Editor: Ravianto
KCNA via Sky News
Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un. 

TRIBUNJABAR.ID, PYONGYANG - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un telah 'mengunci' satu kota karena khawatir negara ini memiliki kasus virus corona pertama.

Dia percaya "virus ganas" mungkin telah memasuki negara itu setelah seorang penduduk di Kaesong, di perbatasan dengan Korea Selatan, menunjukkan gejala COVID-19 yang dicurigai, lapor Central News Agency Korea Utara.

Dikutip dari Sky News, Penguncian diumumkan pada hari Jumat sore.

Bila hasil tes warga tersebut positif, maka akan menjadi kasus pertama virus korona di Korut sejak dimulainya pandemi global.

Korea Utara telah berulang kali mengatakan tidak memiliki kasus virus di wilayahnya.

Gambar 21 Juni 2019 ini dirilis dari Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) resmi Korea Utara pada 22 Juni 2019, memperlihatkan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kiri) dan istrinya Ri Sol Ju (kanan) melambai kepada Presiden Tiongkok Xi Jinping dan rekannya.
Gambar 21 Juni 2019 ini dirilis dari Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) resmi Korea Utara pada 22 Juni 2019, memperlihatkan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kiri) dan istrinya Ri Sol Ju (kanan) melambai kepada Presiden Tiongkok Xi Jinping dan rekannya. (KCNA VIA KNS / AFP)

Namun, itu merupakan klaim yang telah dipertanyakan oleh para ahli asing.

KCNA melaporkan, orang yang diduga COVID-19 adalah seorang pelarian yang melarikan diri ke Korea Selatan tahun lalu.

Sebelum secara ilegal melintasi perbatasan ke Korea Utara awal pekan lalu.

Kantor berita mengatakan sekresi pernapasan dan tes darah orang tersebut menunjukkan mereka "diduga telah terinfeksi" dengan virus.

Kim mengatakan ada "situasi kritis di mana virus ganas dapat dikatakan telah memasuki negara".

Aktor berpakaian tentara era Perang Korea memegang merpati yang akan diterbangkan selama upacara peringatan 70 tahun dimulainya Perang Korea di Peringatan Perang Baengmagoji di Cheorwon, dekat Zona Demiliterisasi (DMZ) yang memisahkan Korea Utara dan Korea Selatan. 25 Juni 2020
Aktor berpakaian tentara era Perang Korea memegang merpati yang akan diterbangkan selama upacara peringatan 70 tahun dimulainya Perang Korea di Peringatan Perang Baengmagoji di Cheorwon, dekat Zona Demiliterisasi (DMZ) yang memisahkan Korea Utara dan Korea Selatan. 25 Juni 2020 (Ed JONES / AFP)

Dia mengatakan akan mengambil langkah pencegahan untuk benar-benar memblokir Kota Kaesong.

Ia pun akan mengisolasi setiap kabupaten dan wilayah dari yang lain dalam 24 Juli sore.

Tepat setelah menerima laporan tentang hal itu, menurut KCNA.

Kasus yang dicurigai dan orang lain yang berhubungan, serta mereka yang telah ke Kaesong dalam lima hari terakhir, dilaporkan tengah di karantina.

Korea Utara menggambarkan upaya anti-virusnya sebagai "masalah keberadaan nasional".

TERBARU: Korea Utara Nyatakan Siaga Covid-19 setelah Muncul Dugaan Kasus Infeksi
TERBARU: Korea Utara Nyatakan Siaga Covid-19 setelah Muncul Dugaan Kasus Infeksi (BBC)

Awal tahun ini, negara itu menutup hampir semua lalu lintas lintas batas.

Ia juga melarang turis asing dan memobilisasi petugas kesehatan untuk mengkarantina siapa pun yang memiliki gejala.

Kim sebelumnya mendesak para pejabat untuk tetap waspada terhadap ancaman virus corona.

Ia memperingatkan risiko berpuas diri dari krisis yang tak terbayangkan dan tidak dapat diperbaiki ini.

Para ahli asing mengatakan wabah virus corona di Korea Utara dapat menyebabkan konsekuensi yang mengerikan.

Sebab, infrastruktur perawatan kesehatan masyarakat yang buruk dan kurangnya pasokan medis.

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kiri) menandatangani buku tamu di sebelah saudara perempuannya Kim Yo Jong (kanan) selama KTT Antar-Korea dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in di gedung Peace House di sisi selatan desa Panmunjom pada tanggal 27 April 2018
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kiri) menandatangani buku tamu di sebelah saudara perempuannya Kim Yo Jong (kanan) selama KTT Antar-Korea dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in di gedung Peace House di sisi selatan desa Panmunjom pada tanggal 27 April 2018 (Korea Summit Press Pool / AFP)

Kaesong diperkirakan memiliki populasi 200.000 dan terletak tepat di utara perbatasan darat dengan Korea Selatan.

Bulan lalu, Korea Utara meledakkan kantor penghubung antar-Korea di Kaesong sebagai protes pada kampanye aktivis Korea Selatan yang telah mengirim selebaran anti-Pyongyang melintasi perbatasan.

Pemerintah Korea Selatan belum mengomentari pengumuman Korea Utara ini.

"Menyalahkan seorang pembelot yang kembali karena membawa COVID-19 ke negara itu, kemungkinan dimaksudkan untuk mengalihkan kesalahan atas penyebaran virus menjauh dari Cina dan Pyongyang dan ke Seoul."

"Ini juga bisa menjadi taktik untuk meningkatkan tekanan diplomatik pada (Korea Selatan) dan berusaha untuk lebih lanjut mencegah Korea Utara dari membelot ke Korea Selatan," ujar Leif-Eric Easley, seorang profesor di Universitas Ewha di Seoul.

(Tribunnews.com/Maliana)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved