Menengok Sisi Lain Perwira Polres Purwakarta, Jadi Kapolsek Plered yang Hobi Ternak Perkutut

Siapa sangka, ternyata Kapolsek Plered Polres Purwakarta, Kompol Slamet Harijanto memiliki hobi memelihara burung perkutut.

Tribun Jabar/Muhamad Nandri Prilatama
Kapolsek Plered Polres Purwakarta, Kompol Slamet Harijanto memiliki hobi memelihara burung perkutut. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Siapa sangka, ternyata Kapolsek Plered Polres Purwakarta, Kompol Slamet Harijanto memiliki hobi memelihara burung perkutut.

Bahkan tak hanya hobi memelihara, Kompol Slamet juga beternak burung perkutut.

Memanfaatkan halaman rumahnya yang kosong untuk dijadikan area kandang perkutut.

Terkejut, Jendela Belakang Terbuka, 17 Laptop Raib Dicuri di UPTD SMPN 2 Plered Purwakarta

Slamet mengaku sudah sejak kecil memang senang pada berbagai burung.

Kini, tinggal tiga tahun dia bertugas sebagai polisi dan mulai serius beternak perkutut untuk bekal masa pensiun.

"Saya mulai serius ternak sejak Januari 2020. Bagi saya bukan hanya kepuasan hobi tapi bisa ada nilai ekonominya," ujarnya, Jumat (24/7/2020) di Munjuljaya, Kelurahan Munjul, Kabupaten Purwakarta.

Kapolsek Plered Polres Purwakarta, Kompol Slamet Harijanto memiliki hobi memelihara burung perkutut.
Kapolsek Plered Polres Purwakarta, Kompol Slamet Harijanto memiliki hobi memelihara burung perkutut. (Tribun Jabar/Muhamad Nandri Prilatama)

Burung perkutut yang telah dia miliki saat ini sebanyak 20 pasang.

Usianya pun bervariatif, mulai hitungan hari hingga ada puluhan tahun.

"Dari hasil ternak (perkutut), saya sudah meraup puluhan juta dari penjualan anakkan atau piyik," katanya.

Untuk seekor piyik Rp 500 ribu hingga Rp 2 juta tergantung kualitas.

HANYA 2 Pemain Persib Dipanggil Shin Tae-yong untuk TC Timnas U-19 Indonesia, TC Digelar di Korea

Tapi, Slamet menyebut untuk burung kelas lomba bisa mencapai puluhan juta bahkan ratusan juta.

Secara rutin, sebelum dan sesudah bertugas, Slamet melakukan perawatan burung-burungnya.

Dia secara berkala melakukan latihan bersama dengan pencinta burung lainnya yang tergabung dalam sejumlah komunitas.

"Pemeliharaannya gak sulit, asal tekun dan rajin bersihkan kandang. Lalu, memberi pakan dan jalin komunikasi yang baik dengan komunitas agar tahu pangsa pasarnya. (*)

Anda Berencana ke Jakarta Akhir Pekan Ini? Waspada, 33 RW di Jakarta Kini Masuk Zona Merah Covid-19

Penulis: Muhamad Nandri Prilatama
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved