Breaking News:

857 Anak Indonesia Dapat Remisi, Simulasi Sekolah di LPKA Bandung

'Diskon' hukuman lewat remisi diberikan pada anak didik pemasyarakatan yang menjalani pembinaan di lapas, rutan, hingga lembaga pembinaan khusus anak.

Penulis: Mega Nugraha | Editor: Seli Andina Miranti
Tribun Jabar/ Mega Nugraha
anak didik pemasyarakatan berseragam SMA, putih abu-abu. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - 'Diskon' hukuman lewat remisi diberikan pada anak didik pemasyarakatan yang menjalani pembinaan di lapas, rutan, hingga lembaga pembinaan khusus anak.

‎"Remisi terkait Hari Anak Nasional, diberikan ke 857 anak yang berada di LPKA, lapas dan rutan seluruh Indonesia. Pemberian remisi ini sebagai wujud nyata kami mengedepankan masa depan anak, mengurangi beban psikologis dan mempercepat integrasi menjalani masa pidananya,"kata Direktur Ditjen Pemasyarakatan Kemenkum HAM, Reinhad Silitonga di LPKA Bandung, Jalan Pacuan Kuda, Kamis (23/7/2020).

Pada kesempatan itu, ia memberikan surat remisi pada 35 anak didik pemasyarakatan di LPKA Bandung. Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum dan Walikota Bandung Oded M Danial turut hadir.

Aturan Menyembelih Saat Pandemi Covid-19, Warga yang Tak Berkepentingan Dilarang Menonton

Pada kesempatan itu, mereka meninjau simulasi belajar di sekolah mandiri di dalam LPKA. Saat ini, kegiatan sekolah diliburkan sementara karena pandemi Covid 19. Rencananya, pembelajaran jarak jauh akan digelar pada Agustus.

Undang-undang Perlindungan Anak dan Undang-undang Sistem Peradilan Anak mewajibkan anak mendapat pendidikan sekalipun sedang menjalani masa hukuman.

"Kami sudah menggelar program sekolah mandiri yang digelar berdasarkan program unggulan pada masing-masing. Kegiatannya dilaksanakan berdasarkan metode kreatifitas, inovasi dan kondisi LPKA. Tadi kita lihat ada anak belajar, ada yang kena kasu 338 (pembunuhan) hingga pengeroyokan. Haknya atas pendidikan dipenuhi meski sedang dalam pembinaan," ujar dia.

Pantauan Tribun di LPKA saat menggelar simulasi belajar di LPKA, tampak anak didik pemasyarakatan berseragam SMA, putih abu-abu.

Api Berkobar di Kuningan, Rumah Beserta Isinya di Desa Cikadu Kebakaran, Warga Dengar Suara Ledakan

"Sehari-hari saat sedang tidak pandemi ada kegiatan belajar‎. Satu kelas biasanya 10 orang. Mereka pakai seragam SMA," ujar Destin, guru.

Destin merupakan guru yang didatangkan dari SMA Langlangbuana Bandung. Sekolah mandiri di dalam LPKA menginduk ke sekolah lain. Seperti untuk SMA, menginduk ke SMA Langlangbuana. Ada juga kelas untuk SMK dan SMP. ‎Untuk anak yang lulusan SD, diselenggarak paket C.

"Belajarnya dari Senin - Sabtu. Sistemnya melanjutkan‎. Dalam satu kelas, disatukan. Misalnya catatan terakhir kelas 1, 2 atau 3. Semuanya digabung," ujar Destin.

Bak Ayah Kandung, Kata-kata Haru Richard Kyle untuk El Barack yang Berulang Tahun

Ditanya soal pengalaman mengajar anak didik pemasyarakatan, ia mengaku tidak ada perbedaan baik mengajar siswa reguler ataupun siswa yang sedang dibina.

"Enggak ada sih. Sama saja. Malah saya merasa bangga, bisa mengajar mereka," kata Destin.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved