Selasa, 14 April 2026

Ridwan Kamil Minta gugus Tugas Covid-19 Majalengka Waspadai Kasus Impor

Ridwan Kamil meminta kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Majalengka agar waspadai kasus impor (imported case).

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Giri
Tribun Cirebon/Eki Yulianto
Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil, saat di Kantor Bupati Majalengka, Rabu (22/7/2020) 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNJABAR.ID, MAJALENGKA - Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil, meminta kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Majalengka agar waspadai kasus impor (imported case).

Kewaspadaan perlu ditingkatkan terutama dalam menyambut Hari Raya Iduladha.

"Evaluasinya, Majalengka masuk kategori risiko rendah. Ada 26 kecamatan yang kami hitung sudah masuk hijau," ujar Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, seusai bertemu dengan pihak Gugus Tugas Percepatanan Penanganan Covid-19 Kabupaten Majalengka di Kantor Bupati Majalengka, Rabu (22/7/2020).

"Tapi karena ada satu kecamatan yang kedatangan pemudik yang coba merayakan Idulaadha di sini dan ternyata positif, maka secara umum akan memengaruhi indeks keseluruhan," ucapnya.

Emil mengatakan, infeksi lokal di Kabupaten Majalengka dapat dikendalikan. Hal itu terlihat dari hasil tes masif.

Maka itu, ia meminta kepada Gugus Tugas Kabupaten Majalengka untuk memprioritaskan tes masif bagi pendatang atau pemudik.

"Jadi kalau mau Majalengka aman, manajemen pendatang (pemudik) harus diperhatikan dan dijadikan prioritas dalam pengetesan," jelas dia.

Jadi Kandidat Terkuat Vaksin Covid-19, Vaksin dari Inggris dan Cina Respons Kekebalan Tubuh

Ramalan Zodiak Kamis 23 Juli 2020, Scorpio Jangan Terus Sebar Kejelekan Orang Lain

Menurutnya, Gugus Tugas Kabupaten Majalengka harus mengetes 7.500 warga dengan metode PCR.

Jumlah tersebut berdasarkan standar tes masif Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

"Yang sekarang 2.600 harus naik ke 7.500. Saya titip ke Bapak Bupati untuk melakukan pengetesan PCR mendekati 7.500," kata suami Atalia Praratya tersebut.

Soal pembelajaran tatap muka, kata Ridwan Kamil, pihaknya menerapkan prinsip kehati-hatian. Kesehatan dan keselamatan peserta didik menjadi prioritas.

Vicky Prasetyo Tidak Terima Dakwaan JPU dalam Kasus dengan Angel Lelga: Eksepsi Saja, Pak Ramdan

"Wacana di Jawa Barat adalah kecamatan-kecamatan yang sudah zona hijau, seperti Majalengka tadi, itu sekolah akan dipersiapkan untuk pembukaan, tapi tidak boleh lintas kecamatan," tuturnya.

Dia menjelaskan, kalau ada siswa domisili di kecamatan yang tidak di zona hijau, tapi sekolahnya di zona hijau, maka siswa tersebut tidak boleh masuk sekolah. "Dia (belajarnya) masih daring," terang dia. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved