Selasa, 19 Mei 2026

Program Sendok Barokah untuk Warga yang Membutuhkan Beras

Setiap tiga hari sekali, petugas kami akan berkeliling mengumpulkan beras tersebut dan disimpan serta dikumpulkan di baitul maal RW 01

Tayang:
Penulis: Daniel Andreand Damanik | Editor: Adityas Annas Azhari
Tribun Jabar
Lurah Caringin, Farhan Akbar (tengah) menjelaskan soal program sendok barokah di kantor Kelurahan Caringin, Kota Bandung, Rabu (22/7/2020) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Daniel Andreand Damanik

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Lurah Caringin, Farhan Akbar; Sekretaris Lurah Caringin, Tjakra Irawan; Camat Bandung Kulon, Asmara Hadi, dan Kapolsek Bandung Kulon, Kompol Sudewo, meresmikan posko keamanan lembur Tohaga Lodaya di Kelurahan Caringin, Kecamatan Bandung Kulon, Rabu (22/7/2020).

Pada acara tersebut juga diresmikan inovasi sendok barokah untuk mengatasi masalah pangan di tengah pandemi Covid-19 ini. "Khusus di RW 1 di kelurahan ini kami adakan program udunan beras yang diberi nama sendok barokah," kata Farhan di Caringin, Rabu (22/7).

Dalam program sendok barokah tersebut, setiap rumah di RW 1 menyisihkan beras sebanyak satu sendok per hari yang dimasukkan ke dalam wadah yang telah disiapkan di depan rumahnya masing-masing.

Sendok barokah, kata Farhan, hanya sebagai istilah. Pada kenyataannya, ada warga yang memberikan beras satu kuintal, satu karung, dan beberapa kilogram.

"Setiap tiga hari sekali, petugas kami akan berkeliling mengumpulkan beras tersebut dan disimpan serta dikumpulkan di baitul maal RW 01," kata Sekretaris Lurah Caringin Tjakra Irawan .

Bagi warga yang membutuhkan beras tersebut dapat meminta surat pengantar dari RT dan menyerahkan kepada koordinator program untuk diverifikasi.

Warga atau keluarga yang telah diverifikasi dan dinilai layak menerima, akan mendapatkan 1 kilogram beras untuk dikonsumsi pada hari itu. Selama dua bulan ini, beras yang sudah terkumpul dari program sendok barokah tersebut sebanyak tiga ton.

Camat Bandung Kulon, Asmara Hadi, menjelaskan, program kampung tangguh Lodaya tersebut berbeda dengan apa yang ditetapkan pemerintah pusat. Kalau di Jawa Barat ini menurutnya dilakukan sepenuhnya secara swadaya, dari dan oleh masyarakat.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved