Breaking News:

Kualitas Sayuran dan Rempah Beku Indonesia Diakui di Jepang, Jadi Peluang Besar buat Pebisnis

Adapun produk sayuran dan rempah frozen yang diimpor dari Indonesia, antara lain bawang merah, petai, jengkol, jantung pisang, lengkuas, serai, kunyit

Tribun Jabar/Lutfi Ahmad Mauludin
ILUSTRASI - Sayuran yang dihasilkan Pondok Pesantren Al-Ittifaq di Rancabali, Kabupaten Bandung. 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Produk sayuran dan rempah beku (frozen) asal Indonesia ternyata digemari di pasar Jepang. Harganya terbilang mahal dibandingkan negara lain, namun ini sejalan dengan kualitasnya yang lebih unggul.

Hal itu diungkapkan Katsunori Kasugai, Presiden Nanyang Trading Co, perusahaan pengimpor produk sayuran dan rempah beku asal Indonesia, dalam webinar Japan-Indonesia Market Acces, Selasa (21/7/2020).

Adapun produk sayuran dan rempah frozen yang diimpor dari Indonesia, antara lain bawang merah, pete, jengkol, jantung pisang, lengkuas, serai, kunyit, hingga bunga honje.

Kasugai mengatakan, harga produk-produk asal Indonesia tersebut 40 persen lebih mahal daripada produk yang sama asal Vietnam dan Thailand. Ini karena ongkos produksi dari Indonesia memang sudah mahal.

“Dengan ongkos produksi yang tinggi di Indonesia dan dengan volume yang kecil, ini menjadikan produk Indonesia di Jepang ini sendiri itu 40 persen lebih mahal dari produk Thailand dan Vietnam,” katanya.

Kendati demikian, secara kualitas produk pertanian Indonesia mampu bersaing. Kasugai bilang, kualitasnya 30-50 persen lebih baik dari dibandingkan produk asal Thailand dan Vietnam.

“Jadi kami akan terus (impor) sehingga kami menekankan (pada pelanggan) bukan di faktor harga murah, tapi kualitas bagus,” ucap Kasugai.

Di sisi lain, produk sayuran serta rempah frozen asal Thailand dan Vietnam juga seringkali dilarang oleh pihak karantina Jepang, sebab sering ditemui permasalahan. Dalam momen tersebut, sudah pasti Indonesia memenangkan pasar meski harga produk cukup mahal.

Kendati demikian, Katsugai berharap para produsen di Indonesia bisa berinovasi untuk menekan biaya produksi dan menambah volume produksi. Karena itu, baik dari segi kualitas dan harga bisa bersaing dengan produk Thailand dan Vietnam.

“Apalagi mungkin kalau misalnya volume produksi bisa dipertinggi dan ongkos produksi bisa ditekan serendah mungkin, saya yakin (penjualan) bisa lima kali lipat dari kondisi yang kita impor sekarang ini,” ujarnya. (yohana artha uly)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Meski Mahal, Kualitas Sayuran Indonesia Diakui di Jepang"

Editor: Darajat Arianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved