Ibu Hamil Kian Bertambah Selama PSBB Ciamis

Mereka takut datang ke fayankes karena takut tertular Covid-19. Sehingga menunda kontrasepsi. Akhirnya terjadilah kehamilan

Penulis: Andri M Dani | Editor: Adityas Annas Azhari

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Andri M Dani

TRIBUNJABAR.ID. CIAMIS – Selama masa pandemi Covid-19 di Ciamis jumlah ibu hamil meningkat tajam. Meningkatnya angka ibu hamil tersebut menyusul diterapkannya kebijakan karantina lokal terbatas pada April yang berlanjut dengan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) pada Mei.

Pada April jumlah ibu hamil di 27 kecamatan se-Ciamis hanya 1.592 orang, namun pada Mei jumlah ibu hamil menjadi 1.696 orang atau naik 7,97 persen dibanding April. Bulan Juni, angka ibu hamil naik lagi menjadi 2.006 orang atau naik 9,43 persen dibanding Mei. Total jumlah ibu hamil pada Mei dan Juni di Ciamis 3.702 orang

Meningkatnya jumlah ibu hamil pada bulan Mei dan Juni tersebut menurut Kasi Kesehatan Keluarga Binkesmas Dinkes Ciamis, Hj Heni Sumarni, kemungkinan sebagai salah satu dampak PSBB yang mengharuskan keluarga, terutama pasangan suami istri di rumah saja.

“Sementara akses ke pelayanan kesehatan dibatasi sSehingga para akseptor yang umumnya masih menggunakan pil dan suntik menjadi terlena” katanya.

Selama masa PSBB, ujar Heni, para akseptor KB terutama istri, takut datang ke fasilitas pelayanan kesehatan (fayankes) baik itu puskemas, bidan praktik, klinik, maupun rumah sakit.

“Mereka takut datang ke fayankes karena takut tertular Covid-19. Sehingga menunda kontrasepsi. Akhirnya terjadilah kehamilan,” ujar Heni.

Dampak diberlakukannya adaptasi kebiasaan baru (AKB) terhadap tingkat kehamilan pada Juni akan diketahui dari jumlah angka ibu hamil sebulan kemudian yakni tingkat kehamilan pada Juli ini. 

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved