Breaking News:

Dianggap Meresahkan Warga, Seorang ODGJ di Sukabumi Harus Tinggal di Kandang Bambu

Kerap membikin resah, warga sepakat ODGJ di Jampangtengah Sukabumi dikerangkeng untuk sementara.

Tribun Jabar/M Rizal Jalaludin
FU ODGJ dari Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi yang dikerangkeng. 

Laporan Kontributor Kabupaten Sukabumi M Rizal Jalaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - FU (46) Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) asal Kampung Bojongtipar, Desa Bojongtipar, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, harus hidup di dalam kurungan bambu berukuran sekitar 1 meter persegi.

FU terpaksa dikerangkeng dan kaki dipasung menggunakan ranteai karena kerap membuat resah warga.

Keluarga FU, Maman mengatakan, saat ini FU dikerangkeng di Kampung Pasirlaja di dekat kediamannya, tidak jauh dari kantor desa.

Hal itu dilakukan berdasarkan kesepakatan warga, karena warga tidak ingin ada korban selanjutnya, setelah sebelumnya mantan kepala desa menjadi korban pembacokan saat FU mengamuk.

"Ini dikandangin karena sering ngambil makanan dari warung milik masyarakat. Sebenarnya saya kasian lihatnya juga, baru sekarang lihatnya juga, kalau sudah sembuh pasti diterima, karena awalnya juga tinggal di sini sama saya," ujar Maman kepada wartawan, Sabtu (18/7/2020).

"Kalau saya sendiri enggak takut, cuma istri saya takut karena dia suka ngancam disangka enggak dikasih makan. Padahal kan setiap hari saya sama istri saya kerja ke sawah, jadi rumah dikunci, pas dia lapar enggak bisa masuk, disangka enggak ngasih makan," katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Bojongtipar, Heri Husen mengatakan, FU dikerangkeng sudah sekitar tiga hari.

FU dikerangkeng berdasarkan keinginan masyarakat yang sudah tertuang dalam sebuah surat permohonan, yang ditandatangani semua pihak.

"Sudah tiga hari yang lalu. Ini karena warga di lingkungan sekitar sini merasa resah, karena dulu mantan kepala desa di sini pernah jadi korban pembacokan dia," ucapnya.

Heri mengatakan, ia tidak tega melihat FU harus dikerangkeng. Namun, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan pihak Kecamatan dan Dinas Sosial agar FU bisa dirawat dengan layak.

"Saya secara pribadi, secara kedinasan, melihat dari sisi kemanusiaan saya tidak setuju seperti ini. Namun, karena warga takut, ini hanya sementara, kami pun pihak desa sedang berkoordinasi dengan pihak-pihak Kecamatan, Dinas Sosial mencari solusi baiknya gimana," tuturnya.

"Cuman sementara ini karena di Kabupaten Sukabumi katanya tidak ada tempat isolasi khusus ODGJ, di RSUD Sekarwangi maupun di RSUD Palabuhanratu. Untuk penanganan selanjutnya kami harapkan, baik itu nanti ada peluang masuk yayasan atau ditangani secara medis, kami menunggu. Kemarin kita sedang menunggu jawaban pihak Puskesmas," ujar Heri.

Achmad Purnomo Blak-blakan Ditelikung Gibran di Pilwalkot Solo, Tolak Tawaran Jabatan dari Jokowi

Penulis: M RIZAL JALALUDIN
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved