Virus Corona di Jabar
UPDATE COVID-19 DI JABAR Jumat 17 Juli, Jabar Urutan ke-10, Kematian Bertambah, Jatim ke Puncak
Kasus virus corona di Jawa Barat, berdasar update data dari Kementerian Kesehatan RI, menunjukkan adanya penambahan kasus baru.
Penulis: Kisdiantoro | Editor: Kisdiantoro
Yusman mengatakan, karena terjaring satu tenaga kesehatan, maka setelah itu dilakukan swab ulang untuk tenaga kesehatan lainnya namun hasilnya negatif.
"Artinya bahwa tak ada mengurangi pelayanan di puskesmas tersebut, saat ini memang ada pembatasan pasien, tapi Puskesmas tetap buka," katanya.
Yusman mengatakan setelah diketahui tenaga kesehatan dari puskesmas tersebut positif maka tim merapid tes anggota keluarga di rumah S sekitar 10 orang.
"Tiga orang reaktif dan dilakukan swab ulang. Hasilnya anaknya negatif, jadi hanya S dan kedua orangtuanya yang positif," katanya.
Tim langsung menyisir dan menelusuri ke tetangga sebanyak 1 RT dan menghabiskan 120 alat rapid test.
"Tadi malam sekitar 21.30 WIB dari surveilance dapat file tadi setelah dikonfirmasi sudah ada hasilnya tetangga tak ada yang reaktif," katanya.
Yusman mengatakan, berdasarkan skema alur penularan diduga berasal dari sang suami yang bekerja di DKI Jakarta.
"Suaminya sudah juga dan hasilnya positif, ia diisolasi di DKI Jakarta, sudah buat skema terjawab hasil swab labkes provinsi sumber dari DKI diimpor," katanya.
Yusman mengatakan tiga kasus positif baru diisolasi di vila di kawasan Pacet.
"Untuk penanganan dilakukan oleh dokter spesialis paru, pasien positif seorang tenaga kesehatan dan dua orangtuanya," katanya.(fam)