Komisi X DPR RI Minta Pemerintah Penuhi Infrastruktur Penunjang Pembelajaran Jarak Jauh
Dede Yusuf Macan Effendi, meminta pemerintah segera memberikan fasilitas penunjang bagi daerah yang terkendala akses internet untuk proses PPJ.
Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Giri
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Dede Yusuf Macan Effendi, meminta pemerintah segera memberikan fasilitas penunjang bagi daerah yang terkendala akses internet untuk proses pembajaran jarak jauh (PJJ) selama pandemi Covid-19.
Hingga saat ini, kata dia, masih banyak daerah yang masuk zona hitam, sehingga belum diizinkan menggelar kegiatan belajar-mengajar secara tatap muka.
"Konkretnya infrastruktur harus ada setiap daerah, tapi langkah cepat zona hijau boleh tatap muka," ujar Dede Yusuf, saat ditemui di Balai Kota Bandung, Jumat (17/7/2020).
Sambil menunggu infrastruktur, kata dia, proses belajar jarak jauh bagi wilayah yang belum terkoneksi internet dengan baik bisa dilakukan dengan pengiriman modul belajar ke rumah siswa oleh guru atau guru yang mendatangi langsung ke rumah siswanya.
Follow Us:
"Kunjungan guru pada anak-anak, jadi guru mengunjungi, dan tentu harus ada biaya juga dari sekolah. Tatap muka enggak boleh, kumpul banyak juga enggak boleh," katanya.
• 673 Sekolah di Garut Ajukan Pembuatan Sumber Air, Fasilitas Toilet Masih Minim
Dede Yusuf mengapresiasi langkah Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung yang membuat terobosoan dengan mengembangkan intranet atau metode pembelajaran dalam jaringan. Metode ini dapat menjadi solusi masalah kuota atau koneksi internet yang tidak stabil.
• Ada Apa dengan Jessica Iskandar dan Richard Kyle, sang Kakak Tulis tentang Parasit
"Ada namanya intranet, itu program gratis dan kalau program ini bagus, kami push," ucapnya.
• Sinopsis Bioskop TransTV Jumat 17 Juli 2020, Lone Survival Dibintangi Mark Wahlberg
Saat ini, program Disdik Kota Bandung ini masih dalam proses pematangan. Nantinya, peladen utama intranet ini akan ada di Dinas Pendidikan dan sub peladennya di setiap sekolah negeri di Kota Bandung. (*)