Breaking News:

Wisatawan Mengalir ke Sejumlah Objek Wisata di Kabupaten Bandung, Protokol Kesehatan Diperketat

Wisatawan yang datang ke berbagai tempat wisata di Kabupaten Bandung perlahan terus meningkat,

Tribun Jabar/Lutfi Ahmad Mauludin
Objek wisata Kawah Putih saat simulasi menjelang dibuka lagi, Jumat (12/6/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Wisatawan yang datang ke berbagai tempat wisata di Kabupaten Bandung perlahan terus meningkat, setelah dibuka pada bulan lalu.

Pemkab Bandung pun kini memperketat penerapan protokol kesehatan di seluruh objek wisata.

Kepala Bidang Pemasaran Disparbud Kabupaten Bandung, Vena Andriawan mengatakan pihaknya kini menyebarkan alat peraga sosialisasi protokol kesehatan ke semua destinasi wisata yang ada.

"Kami bagikan mulai dari baliho, baner, stiker, poster dll, ke seluruh destinasi wisata. Kemarin di wilayah Bandung Utara, hari ini ke Bandung Selatan, besok Soreang, lalu Bandung timur dan lainnya," kata Vena, saat dihubungi, tribun jabar, Kamis (16/7/2020).

Kapal Trawl Kembali Beroperasi, Para Nelayan di Pantura Mengeluh, Tangkapan Berkurang 50 Persen

Vena memaparkan, setelah ada Covid 19 dan mulai buka lagi tempat wisata, itu ada beberapa hotel yang sampai 70 persen, hingga 80 persen okupansinya.

"Sebab destinasi wisata di Kabupaten Bandung ini wisata alam, jadi cukup banyak juga yang datang. Tidak seperti mall yang mungkin orang masih agak takut," kata Vena.

Vena mengatakan dalam kondi adaptasi kebiasaan baru (AKB) pihaknya berupaya menyesuaikan dengan pengetatan protokol kesehatan Covid 19.

Selain itu kata Vena, belakangan ini hampir setiap hotel mengeluarkan diskon-diskon tertentu, sehingga menarik minat orang untuk berlibur.

"Diskonnya rata-rata 30 persen," tuturnya.

Untuk Kesekian Kalinya Tenaga Medis di Kota Tasikmalaya Terpapar Covid-19, Total Positif 57 Orang

Vena mengaku, saat penyerahan alat sosialisasi ke setiap destinasi wisata, pihaknya sembari melakukan pengecekan protokol kesehatan di tempat wisata tersebut.

"Kalau weekday relarif landai karena orang sudah bekerja kembali, meskipun anak-anaknya belum sekolah. Sedangkan weekand, sudah kembaki ramai, hampir seperti dulu, tapi tidak 100 persen, ya mungkin 70 sampai 80 persen maksimalnya," ucapnya.

Penulis: Lutfi Ahmad Mauludin
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved