Breaking News:

Ribuan Aset Negara di Jabar Belum Bersertifikasi, Masih Ada Aset Dikuasai Pihak Lain

Aset milik negara di sejumlah daerah masih banyak yang belum tersertifikasi. Salah satunya adalah aset milik PLN yang nilainya triliunan.

Tribun Jabar/Siti Fatimah
Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) 27 Kantor Pertanahan se-Provinsi Jawa Barat dengan PLN di Bandung, Kamis (16/7/2020) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Siti Fatimah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Aset milik negara di sejumlah daerah masih banyak yang belum tersertifikasi. Salah satunya adalah aset milik PLN yang nilainya triliunan.

Bahkan di wilayah Jawa Barat, terdapat sekitar 69, 33% dari total aset tanah belum tersertifikasi. Padahal aset-aset tersebut terkait dengan jaringan transmisi kelistrikan, pembangkit listrik, dan aktivitas kelistrikan lainnya.

"Saya juga kaget, ternyata di Jawa Barat sampai tujuh ribuan untuk penyelesaian sertifikasi. Tapi kami siap akan bantu dan mengatur secepatnya penyelesaian proses sertifikasi aset PLN ini, karena ini menyangkut aset negara yang berkaitan dengan hajat hidup orang banyak," kata Kepala BPN Jawa Barat Yusuf Purnama disela Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) 27 Kantor Pertanahan se-Provinsi Jawa Barat dengan PLN di Bandung, Kamis (16/7/2020).

Pembelajaran Jarak Jauh Saat Pandemi Dongkrak Pertumbuhan Bisnis Fixed Broadband

Menurut Yusuf, untuk penyelesaian akan dilakukan secara bertahap. Dilihat dari anggaran disemester 2 tahun 2020 yang sangat mungkin untuk digenjot adalah penyelesain blaster 1 sampai 3. Sedangkan untuk blaster 4 butuh konsentrasi tersendiri untuk penyelesaiannya.

"Karena blaster 4 berhadapan dengan penguasaan orang lain. Butuh waktu dan penyelesaian konfrehensif agar tidak menimbulkan kegaduhan," kata Yusuf.

Sumaryadi, General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Tengah, mengatakan, guna mempercepat proses pengadaan lahan, sertifikasi dan pengamanan aset tanah PLN di wilayah Provinsi Jawa Barat, 10 Unit Induk PLN di wilayah kerja Jawa Barat melakukan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan 27 Kantor Pertanahan se-Provinsi Jawa Barat.

Kerja sama tersebut adalah bentuk komitmen dan sinergi antara PLN dan BPN dalam upaya mempercepat proses pengadaan lahan, sertifikasi tanah, penyelesaian permasalahan hukum aset, serta pengamanan, pendayagunaan, dan pembenahan aset yang dimiliki oleh PLN, demi keberlangsungan penyediaan tenaga listrik bagi seluruh rakyat Indonesia.

"Sampai dengan akhir tahun 2019, PLN memiliki 92.213 persil tanah yang terdiri dari 28.282 persil tanah (30,67%) sudah bersertifikat dan 63.931 persil tanah (69,33%) belum bersertifikat," kata Sumaryadi.

Pemprov Jabar Mulai Fokus Bereskan Aset Sekolah Bernilai Rp 5 Triliun Ada 1,5 Juta Item Barang

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa PLN khususnya di wilayah Kerja Jawa Barat sendiri berencana menyelesaikan sebanyak 7.266 sertifikat baru untuk mendukung target 100% aset tanah PLN bersertifikat yang terdiri dari aset tanah PLN UIT JBB, UIT JBT, UIP2B, Kantor Pusat, UIP ISJ, UIP JBB, UIP JBT I, UIP JBTB II, UIP JBT II, UID Jabar, UID Jaya, Puslibang dan Pusdiklat.

"Target ini tentunya diharapkan dapat terwujud dengan tidak lepas dari dukungan penuh dan sinergi antara PLN dengan Kanwil BPN dan Kantah BPN Kabupaten/Kota di Jawa Barat, serta Pemerintah Daerah setempat," katanya.

Di Provinsi Jawa Barat sendiri, terdapat sejumlah proyek PLN yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) dan akan mendukung keandalan dan pasokan listrik di Indonesia, terutama di Sistem Kelistrikan Jawa-Bali.

DISKON SUPER WOW, Tambah Daya Listrik PLN, Biaya Normal Hampir Rp 5 Juta, Cuma Bayar Rp 170.845

Proyek-proyek tersebut di antaranya Proyek PLTA Jatigede 2x55 MW, PLTA UCPS 4x260 MW, PLTU Indramayu 1x1000 MW, PLTA Matenggeng 935,6 MW, Gardu Induk dan SUTT 150 kV terkait proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB), SUTET 500 kV Batang- Mandirancan Sec 2, SUTET 500 kV Mandirancan-PLTU Indramayu, SUTET 500 kV PLTU Indramayu-Cibatu (Deltamas), GITET 500 kV Bandung Selatan, GISTET 500 kV Sukatani, SUTET 500 kV Bandung Selatan Incomer, GIS 150 kV Sukatani New, SUTET 500 kV Muara Tawar – Bekasi, SUTET 500 kV Priok - Muara Tawar, SKTT 150 kV Halim - Poncol Baru II, SKTT 150 kV Halim - Bekasi II, Gardu Induk 150 KV Bunar Baru, SUTT 150 KV Bunar Baru - Rangkasbitung II, SUTT 150 KV Palabuhan Ratu - Bayah, SUTT 150 KV GI Maligi- GI Indoliberty.

"Kami sangat mengapresiasi semua dukungan yang diberikan oleh Kementerian ATR/BPN RI khususnya dalam hal ini Kanwil BPN Jabar dan Kantah BPN Kabupaten/Kota se-Jawa Barat yang telah diwujudkan dalam penandatanganan perjanjian kerjasama di bidang Agraria/Pertanahan dan Tata Ruang yang diselenggarakan hari ini," katanya. (siti fatimah)

Penulis: Siti Fatimah
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved