Breaking News:

Akan Ada Penerapan Ganjil Genap di Bandung, Para PKL Tak Setuju, Ini Alasannya

Atet mengatakan, jajarannya akan segera memberitahukan kepada pedagang rencana ganjil genap dan akan mengawasi PKL secara ketat

Tribun Cirebon/ Ahmad Imam Baehaqi
ilustrasi - pedagang kaki lima 

Laporan Wartawan Tribun Jabar , Tiah SM

TRIBUNJABAR. ID, BANDUNG - Demi mencegah penularan Covid-19 ,Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Mikro Kecil menengah Kota Bandung, Atet Dedi Handiman akan menerapkan ganjil genap.

"Kami hanya bisa mengatur PKL di 17 titik yang sudah ditata dan rencananya di masa pandemi covid akan memberikan nomor untuk jaga jarak, " ujar Atet di Balai Kota Bandung, Kamis (16/7/2020).

PKL yang sudah ditata di antaranya, Cicadas, Malabar, Sumatera, Kebonjati, Pungkur, Ujungberunh dan lainnya.

VIDEO-Curug Gumawang, Dulu Buat Irigasi, Kini Jadi Objek Wisata, Tarif Masuk Cukup Isi Kencleng

Untuk sementara waktu, lanjut Atet, akan diberlakukan sistem penomeran dan waktu berjualannya akan diatur.

"Demi kesehatan pedagang akan ujicoba diberlakukannya ganjil genap. Hal ini untuk menjaga jarak antara satu pedagang dengan pedagang lainnya," tambah Atet.

Atet mengatakan, jajarannya akan segera memberitahukan kepada pedagang rencana ganjil genap dan akan mengawasi PKL secara ketat agar selalu menjaga protokol kesehatan.

Sedangkan untuk beberapa titik PKL yang sulit untuk ditertibkan kerumunannya, untuk sementara akan ditiadakan. Mengingat tidak mudah mengendalikan kerumunan orang-orang yang belanja di PKL pasar Minggu.

Ayu Ting Ting Beri Saran Ini untuk Cita Citata, Pernah Tutup Nama Henry Baskoro di Suvenir

"Untuk pasar-pasar kaget, pasar Minggu, untuk sementara ditiadakan, seperti di CFD Monju, Margahayu Raya dan lain-lain," ujar Atet.

Sementara Rence Sutajaya Kordinator PKL basis Kebonjati , ia bersama 40 pedagang kuliner di Kebonjati tidak setuju adanya aturan ganjil genap.

"Saat ini teman teman penghasilan dari kuliner sangat minim jika diatur ganjil genap, jelas tambah berkurang, makanya kami tidak setuju," ujar Rence melalui sambungan telepon, Kamis (16/7/2020).

Rence berjanji akan menjalankan protokol kesehatan dengan jaga jarak dan pakai masker.

"Jika tempat duduk sudah penuh, maka pembeli kami layani dengan dibungkus tidak makan ditempat," ujarnya.

Untuk Kesekian Kalinya Tenaga Medis di Kota Tasikmalaya Terpapar Covid-19, Total Positif 57 Orang

Penulis: Tiah SM
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved