Pemkab Purwakarta Sepakati Tak Ada Belajar Tatap Muka, Pesantren Hanya Boleh 30 Persen

Dinas Pendidikan mesti mengecek sarana prasarana anak, sebab di masa pandemi ini penyerapan pembelajaran menjadi tak efektif.

Tribun Jabar/Muhamad Nandri Prilatama
Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika didampingi Kadisdik Purwakarta, Purwanto dan Ketua Dewan Pendidikan Purwakarta, Agus Marzuki secara langsung memberikan semangat kepada para siswa baru dalam masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) secara online yang kini telah masuk hari ke-2 dari 5 hari jadwal MPLS di tahun ajaran baru 2020/2021, Rabu (15/7/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Pemerintah Kabupaten Purwakarta sepakat untuk melakukan proses belajar mengajar di tahun ajaran baru ini secara virtual. Hal ini diungkapkan Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika.

Anne Ratna menyampaikan Dinas Pendidikan mesti mengecek sarana prasarana anak, sebab di masa pandemi ini penyerapan pembelajaran menjadi tak efektif.

"Saya juga meminta kepada Kementerian Agama untuk berkomitmen melakukan kegiatan belajar mengajar di pesantren-pesantren dengan batas kuota 30 persen santrinya," ujar Anne.

Demi Anak Bisa Belajar Online, Ibu di Tanggerang Kumpulkan Plastik Bekas hingga Berutang Beli Pulsa

Seperti diketahui Kabupaten Purwakarta masuk dalam kategori zona biru penyebaran Covid-19. Dia menyebut jika status kategori itu berubah menjadi zona kuning, maka meminta semua pihak untuk berkomitmen tak ada kegiatan belajar tatap muka.

"Kalau zonanya berubah jadi kuning. Saya minta semua sepakat jangan ada belajar tatap muka," ujarnya

Aliansi BEM Tasikmalaya Gelar Aksi Tolak RUU Cipta Kerja di Gedung DPRD Kota Tasikmalaya

Penulis: Muhamad Nandri Prilatama
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved