Breaking News:

Disdik Kota Bandung Siapkan Dua Metode KBM bagi Siswa, Jika Kota Bandung Sudah Zona Hijau

Dinas Pendidikan Kota Bandung siapkan dua buah metode kegiatan belajar mengajar ( KBM) pada tahun ajaran 2020/2021, jika Kota Bandung sudah zona hijau

Tribun Jabar/Nazmi Abdurrahman
Kasi Kulikulum Disdik Kota Bandung, Bambang Ariyanto, saat ditemui di Balai Kota Bandung, Selasa (14/7/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Cipta Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Dinas Pendidikan Kota Bandung siapkan dua buah metode kegiatan belajar mengajar ( KBM) pada tahun ajaran 2020/2021, jika Kota Bandung berhasil mencapai status zona hijau penanggulangan Covid-19.

Kepala Seksi Bidang Kurikulum Disdik Kota Bandung, Bambang Ariyanto mengatakan, meski Pemerintah Pusat maupun Daerah telah memperbolehkan dilakukannya KBM secara tatap muka, namun tidak menutup kemungkinan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) akan tetap dilakukan. Sebab, kondisi pandemi covid-19 yang belum benar-benar selesai di tanah air.

"Jika nanti pemerintah sudah memperbolehkan untuk KBM secara tatap muka, tapi kemungkinan PJJ masih tetap akan berjalan," ujarnya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon. Rabu (15/7/2020).

Kadisdik Jabar: KBM di Zona Hijau Harus Tetap Perhatikan Keselamatan dan Kesehatan Peserta Didik

Oleh karena itu, dalam pelaksanaan PJJ, para siswa membutukan dukungan keterediaan perangkat gawai yang mumpuni. Selain itu, akses jaringan internet menjadi sesuatu yang krusial yang harus dipenuhi dalam mengikuti KBM secara daring.

"Skenario A, ketika fasilitas ketersediaan gawai sudah mendukung, maka kita juga harus memikirkan dukungan jaringan, dan anggaran dana BOS sudah bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Sedangkan skenario B, bagi peserta didik yang fasilitasnya tidak mendukung, misalnya peserta didik RMP atau afirmasi, maka kebutuhannya dapat dibantu oleh pihak sekolah untuk meminjamkan perangkat dan menggunakan wifi sekolah," ucapnya.

Selain itu, pihakya pun telah melakukan evaluasi proses KBM selama PJJ tahun ajaran 2019/2020 lalu. Dimana dari beberapa evaluasi tersebut, Disdik Kota Bandung memiliki tiga fokus utama yang menjadi prioritas untuk dilakukan perbaikan di tahun ajaran 2020/2021 yaitu, peningkatan infrastruktur pendidikan, manajemen guru dengan siswa dan orang tua serta, kualitas mutu bahan ajar saat memasuki PJJ di tahun ajaran baru 2020/2021.

"Tiga hal ini cukup menentukan kualitas penyelenggaraan pendidikan di Kota Bandung, khususnya pembentukan konten bahan ajar untuk PJJ. Karena dalam konsep tersebut, tidak memungkinkan seluruh materi dari setiap mata pelajaran harus dibahas atau disampaikan seperti saat kondisi normal," ujar Bambang.

Dirinya mencontohkan, dalam KBM secara PJJ, tenaga didik atau guru dituntut untuk mampu memilih dan memilah materi kompetensi dasar yang ideal atau sesuai dengan stuktur kurikulum, untuk dapat disampaikan kepada para peserta didik.

"Jadi dalam PJJ itu, guru akan memilih materi esensial atau yang bersifat penting dan perlu untuk disampaikan, dari sekian banyak materi di dalam modul dari setiap mata pelajaran," ucapnya.

Memulai Tahun Ajaran Baru 2020, Pemkot Tasikmalaya Tetap Menerapkan KBM Online

Selain itu, menurutnya siswa pun tidak perlu khawatir terhadap standar penilaian atau assesment yang akan diberikan guru dari setiap mata pelajaran. Sebab, selama materi maupun tugas dari mata pelajaran masih bersifat adaptif dan mampu dikerjakan oleh peserta didik, maka hal tersebut bukan menjadi masalah.

"Misalkan, ada tugas terkait pelajaran IPA tentang bercocok tanam, maka siswa bisa melakukannya di halaman rumahnya masing-masing dan melaporkan setiap perkembangannya kepada guru yang bersangkutan dan menjadi sebuah penilaian. Sebab di Kurtilas (kurikulum tiga belas) aspek penilaian bukan hanya kompetensi dasar saja, tapi juga keterampilan dan keaktifan sosial," katanya. (Cipta Permana).

Penulis: Cipta Permana
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved