Simulasi Resepsi Pernikahan, Bupati Purwakarta Sebut Resepsi Hanya Boleh di Gedung, Bukan di Rumah

Sejumlah pelaku usaha pernikahan di Purwakarta berkumpul dan melakukan simulasi resepsi pernikahan

Tribun Jabar/Muhamad Nandri Prilatama
Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika (kanan) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Sejumlah pelaku usaha pernikahan di Purwakarta berkumpul dan melakukan simulasi resepsi pernikahan di Hotel Harper Purwakarta, Selasa (14/7/2020).

Hadir dalam kegiatan ini Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika.

Menurutnya, kegiatan ini merupakan solusi bagi pemerintah untuk membuatkan standar operasional prosedur (SOP) gedung mana saja yang bisa dipakai resepsi pernikahan.

"Catat, resepsi boleh dilaksanakan di gedung yang sudah kami izinkan. Kalau di rumah tidak boleh ada resepsi tapi hanya akad," kata Anne.

Anne juga menjelaskan untuk kegiatan resepsi pernikahan di gedung tetap ada pembatasan tamu undangan. Jika batas itu dilanggar, kata Anne, pemerintah bakal memberikan sanksi berupa pencabutan izin pelaksanaan resepsi di tempat tersebut.

Kisah Ceria tentang Kakek 100 Tahun Masih Kuat Merokok dan Nenek Latah yang Sudah 7 Kali Menikah

Perwakilan gabungan usaha pernikahan Purwakarta (GUPP), Deri Nurendi mengungkapkan mewakili seluruh vendor mulai wedding organizer hingga pelaku musik dan upacara berharap hasil kegiatan simulasi ini bisa dibagikan ke para kliennya bahwa resepsi pernikahan itu mesti di gedung dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

"Nanti tamu undangan mulai masuk memakai masker, cuci tangan, hingga saat di lokasi mesti jaga jarak juga tak ada sumbang lagu," katanya.

Selain itu, Deri menyebutkan larangan lainnya ialah sesi foto mendapatkan arahan untuk tak berdekatan. Mereka juga memberikan opsi kepada para calon pengantin yang hendak memakai jasa mereka dari sisi makanan, salahsatunya berupa nasi boks atau katering.

"Batasan tamu undangan akan dikaji lagi bersama pemkab, sebab kapasitas setiap gedung berbeda-beda, yang jelas pembatasannya itu sekitar 50 persen," ujarnya seraya berharap simulasi ini diterima positif oleh Pemda Purwakarta.

WARGA SUMEDANG WAJIB TAHU, Sanksi Denda Warga Tak Pakai Masker Juga Diberlakukan di Sumedang

Penulis: Muhamad Nandri Prilatama
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved