Breaking News:

Pengangguran Bertambah Akibat Covid-19, Wali Kota Cimahi Giatkan Pelaksanaan Pelatihan Keterampilan

Wali Kota Cimahi menjelaskan, ada 270 ribu angkatan kerja yang ada di Cimahi. Pengangguran bertambah karena Covid-19.

Tribun Jabar/ Daniel Andreand Damanik
Wali Kota Cimahi, Ajay M Priatna menyematkan baju kepada peserta pelatihan, Selasa (14/7/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar Daniel Andreand Damanik

TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI - Tidak hanya berdampak pada sektor kesehatan, pandemi Covid-19 juga memberikan dampak buruk bagi dunia ekonomi khususnya ketenagakerjaan.

Wali Kota Cimahi, Ajay M Priatna menjelaskan, selama Covid-19 berdampak pada bertambahnya angka pengangguran di Kota Cimahi. Ia menjelaskan bahwa di Cimahi didominasi penjualan jasa seperti pedagang dan industri.

"Sebagai langkah antisipasinya, kami berkoordinasi melalui balai pelatihan kerja untuk melakukan berbagai pelatihan seperti hari ini, pelatihan di bidang memasak dan pembuatan "hand sanitizer" ," kata Ajay saat membuka pelatihan "recofusing"tanggap Covid-19 di Cimahi, Selasa (15/7/2020).

Wasit di Bekasi Diinjak-injak Pemain Sampai Mukanya Berdarah

Tantangan saat ini dikatakannya ialah banyaknya lulusan sekolah dan terbatasnya lowongan pekerjaan. Maka, Pemerintah Kota Cimahi tertantang untuk secara rutin melakukan pelatihan untuk menambah kemampuan (skill).

Ajay mengatakan, jika melihat jumlah industri yang ada di Kota Cimahi sebanyak 527 industri, maka selayaknya tidak ada pengangguran di Cimahi, kendala lainnya ialah meskipun ada ratusan industri, namun pekerjanya sedikit diisi oleh warga Cimahi.

Wali Kota Cimahi menjelaskan, ada 270 ribu angkatan kerja yang ada di Cimahi. Pengangguran bertambah karena Covid-19.

"Pandemi ini membuyarkan program yang sudah tersusun, khusus ya dalam dunia kerja, berubah seketika karena Covid,"katanya.

Pelatihan yang terlaksana akibat kerjasama dengan Balai Latihan Kerja Kementerian Ketenagakerjaan RI, disambut baik oleh Pemerintah Kota Cimahi.

Lima Tenaga Kesehatan di Garut Positif Covid-19, Dua Orang Bekerja di Puskesmas

Pada pembukaan pelatihan tersebut, turut hadir Kepala Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Jawa Barat, Taufik Garsadi.

Ia memaparkan di Jawa Barat, dari 59 juta penduduk, jumlah angkatan kerjanya sebanayk 23 juta, 21.9 orang bekerja dan selebihnya menganggur.

"Jika dipersentasikan memang kecil yaitu 7 persen, namun jika dihitung itu mencapai 2 juta orang yang menganggur. Ini harus menjadi perhatian khusus," katanya.

Ia berharap, melalui kegiatan pelatihan angkatan keenam tersebut bisa berlanjut dan semakin banyak orang yang bisa terampil.

Penulis: Daniel Andreand Damanik
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved