Oknum Petugas P2TP2A yang Perkosa Korban Perkosaan Terancam Hukuman Berlapis hingga Mati

Saat pemeriksaan, kata Pandra, DA mengakui jika dia berada di rumah korban seperti yang dilaporkan dan ada saksi-saksi.

SHUTTERSTOCK
Wanita menangis korban perkosaan. 

TRIBUNJABAR.ID - Keberadaan DA, oknum relawan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Lampung Timur, yang memperkosa Nv, mulai menemui titik terang.

KEpolisian Daerah (Polda) Lampung buka suara terkait keberadaan oknum relawan tersebut.

Dilansir dari Tribunnews.com, DA ternyata sudah ditahan sejak Jumat (10/7/2020).

"Atas imbauan dan pemanggilan kepolisian, DA menyerahkan diri pada Jumat. Setelahnya Subdit IV Reknata Ditreskrimum Polda Lampung melakukan pemeriksaan terhadap DA secara intensif. Lalu pada Sabtu, DA ditetapkan sebagai tersangka," jelas Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, Senin (13/7/2020).

UPDATE Covid-19 di Majalengka, Usai Kasus Positif Ditemukan, OTG dan ODP di Majalengka Meningkat

Menurut Pandra, DA ditahan agar tidak melarikan diri dan mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Saat pemeriksaan, kata Pandra, DA mengakui jika dia berada di rumah korban seperti yang dilaporkan dan ada saksi-saksi.

Pandra mengungkapkan, tidak menutup kemungkinan ada pelaku dan korban lain.

Karena itu, saat ini sedang dilakukan pengembangan kasus.

"Yang jelas ini harus cepat, tepat, dan akurat hingga disidangkan di pengadilan dengan pelimpahan ke jaksa. Sehingga masyarakat tahu ancaman hukuman yang diberikan," kata dia.

DA terancam hukuman sesuai UU No 23 Tahun 2014 dan UU No 17 Tahun 2016, dimana hukumannya maksimal 15 tahun.

Pria Tunanetra 44 Tahun Kecewa dan Ceraikan Anak 12 Tahun Setelah Tahu Hanya untuk Tutupi Aib

Selain itu, DA juga bakal terancam hukuman berlapis hingga mati.

Karena yang bersangkutan adalah seorang wali atau orang yang diberi kepercayaan, maka ada hukuman penambahan sepertiga dari ancaman," tegas Pandra.

DA juga bakal dihukum denda sebesar Rp 5 miliar.

Tak hanya itu, identitas pelaku pun akan dibuka agar tak ada korban lagi.

Pria Tunanetra 44 Tahun Kecewa dan Ceraikan Anak 12 Tahun Setelah Tahu Hanya untuk Tutupi Aib

DA pun terancam akan dipasangi alat pendeteksi agar dapat diketahui dimana lokasi keberadaannya setiap waktu.

"Kami berharap tidak ada korban atas pelaku pelecehan seksual," tandasnya.

Kadiv Advokasi LBH Bandar Lampung, Kodri Ubaidilah, mengatakan, setelah DA tertangkap, pihaknya akan mendorong penyidik Polda Lampung untuk membongkar adanya indikasi Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

"Bukti TPPO sudah diserahkan ke penyidik, termasuk keterangan saksi. Tinggal menggali keterangan dari DA. Kalau DA sudah serius digali kemungkinan TPPO bisa terbongkar, karena kuncinya DA," kata dia.

Pejabat Desa Tega Perkosa Teman Cucunya yang Masih SD, Terbongkar saat Pelaku Datang Melamar Korban

Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved