Breaking News:

Sekda Heran Driver Ojol Demo, "Sudah Boleh Jalan, yang Tidak Boleh Sentuhan dengan Penumpang''

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Ema Sumarna heran dengan aksi damai yang dilakukan Driver Online

tribunjabar/nazmi abdurrahman
Sekda Heran Driver Ojol Demo, "Sudah Boleh Jalan, yang Tidak Boleh Sentuhan dengan Penumpang'' 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Ema Sumarna heran dengan aksi damai yang dilakukan Driver Online Jawa Barat Bersatu (DJOB) di depan Kantor Wali Kota Bandung, Senin (13/7/2020).

Dalam aksi damai itu, ribuan driver ojol menuntut Pemkot Bandung mengeluarkan izin mengangkut penumpang dan mencabut kewajiban rapid test bagi para driver.

Menurut Ema, tuntutan para driver itu sebenarnya sudah diakomodasi dalam rapat terbatas (Ratas) di ruang tengah Balai Kota Bandung, Jumat 10 Juli 2020 yang menyatakan bahwa angkutan online sudah boleh kembali mengangkut penumpang dan tidak perlu melakukan rapid test.

"Sebetulnya, dari hasil ratas kemarin itu mereka (Ojol) sudah diperbolehkan mengangkut penumpang, di dalam Perwal hasil Ratas itu kan disampaikan, kenapa hal ini tidak menjadi informasi yang dipakai oleh mereka, ya bukan masalah mereka sekarang melakukan demo dan sebagainya, tapi saya hanya menyayangkan saja, kalau membaca isi berita hari Sabtu, seharusnya mereka tidak perlu datang ke sini," ujar Ema, saat ditemui di Balai Kota Bandung, Senin (13/7/2020).

Kaget Kereta Api Datang Tiba-tiba, Penjual Boboko Tewas Mengenaskan Jatuh dari Jembatan KA

Driver ojek online demo di Balai Kota Bandung.
Driver ojek online demo di Balai Kota Bandung. (Tribun Jabar/Tiah SM)

Sebenarnya, kata Ema, rapid test untuk driver itu hanya imbauan yang disampaikan dari Tim Gugus Tugas kepada Aplikator. Namun, imbauan itu ternyata dimaknai berbeda sehingga merasa terbebani.

"Namanya imbauan untuk kebaikan, tapi malah jadi keberatan dan akhirnya sama pak Wali tidak usah (rapid teset) silakan jalan, bisa narik penumpang," katanya. 

Seharusnya, kata Ema aplikator dengan mitranya dapat berkoordinasi dulu. Sebab, kata dia, dari sisi regulasi Pemerintah Kota Bandung sudah mengakomodasi semua kebutuhan masyarakat.

"Jadi kalau dari regulasi sebetulnya sudah diakomodasi oleh kita, tinggal secara teknis nanti bagaimana operator dengan para mitranya, jadi kalau dari kita sudah diperbolehkan sejak Sabtu kemarin," ucapnya.

Warung Celup Pernah Disambangi Zola, Beckham, Puja, dan Indra, Ini yang Dipesan Pemain Persib Itu

Menurut Ema, semua syarat yang diberikan pemerintah kepada aplikator bertahap sudah dipenuhi, tinggal penerapan di lapangan dan konsistensinya yang perlu dijaga.

"Makanya saya heran, kok mereka masih datang, apa yang mau dipertanyakan, prinsipnya mereka sudah tinggal jalan. Cuma kita minta konsisten seperti waktu simulasi, mereka harus pakai pembatas, menyiapkan pelindung rambut untuk penumpang. supaya tidak bersentuhan langsung dengan helm yang dipakai, intinya jangan sampai ada sentuhan antara penumpang dengan driver," katanya.

Penulis: Nazmi Abdurrahman
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved