Breaking News:

Pilkades Serentak Ciamis 2020, Sebanyak 509 Calon Kades Ikuti Undian Nomor Urut

Sedikitnya 509 orang calon kades dari 143 desa di Kabupaten Ciamis, Senin (13/7/2020) mengikuti tahapan pengundian

istimewa
Pilkades Serentak Ciamis 2020, Sebanyak 509 Calon Kades Ikuti Undian Nomor Urut 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Andri M Dani

TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS – Sedikitnya 509 orang calon kades dari 143 desa di Kabupaten Ciamis, Senin (13/7/2020) mengikuti tahapan pengundian nomor urut calon kades.

Pengundian nomor urut tersebut berlangsung di desa masing-masing di 143 desa peserta Pilkades Serentak 2020 yang akan digelar Sabtu 15 Agustus 2020.

“Tahapan pengundian nomor urut yang kemudian dilanjutkan dengan penetapan nomor urut calon kades tersebut harus tuntas hari ini (Senin, 13/7). Bisa dilaksanakan pagi, siang, sore atau malam. Yang penting selesai hari ini,” ujar Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Ciamis,  H Dian Budiyana kepada  Tribun, Senin (13/7/2020).

Dengan sudah dikantongi nomor urut  masing-masing, menurut Dian, calon kades akan lebih leluasa mensosialisasikan dirinya.

Keranda Hitam Warnai Aksi Unjuk Rasa Penolakan RUU HIP di Indramayu

“Kami masih menunggu laporan dari masing-masing camat tentang rekap dan nomor urut masing-masing calon kades dari tiap desa peserta Pilkades Serentak,” katanya.

Pilkades Serentak  di Ciamis diikuti 143 desa dari 258 desa yang ada di Kabupaten Ciamis. Jadwal semula hari H pencoplosan adalah Minggu (12/4). Namun jadwal tersebut dipaksa ditunda karena terjadi darurat wabah corona terhitung mulai 20 Maret. Tahapan pilkades serentak yang sudah sampai pada penetapan calon kades tersebut pun terhenti. Dan setelah memasuki masa adaptasi kebiasaan baru (AKB) selesai PSBB, terhitung Kamis (9/7) seluruh tahapan yang belum dilaksanakan dilanjutkan kembali.

“Hari ini adalah tahapan pengundian nomor urut dan penetapan nomor usut calon kades di tiap desa peserta Pilkades Serentak. Seluruh calon kades harus mengikutinya. Tidak boleh ada yang mundur. Bagi yang mundur akan kena sanksi denda Rp 50 juta, sesuai dengan Perda,” ujar Dian.

Dan  tahapan pengundian nomor urut calon kades tiap desa tersebut dilaksanakan oleh panitia pilkades tiap desa dan mengacu pada ketentuan protocol kesehatan.  Dan dibawah penjagaan petugas keamanan. “Orang didalam ruangan tempat berlangsungnya pengundian nomor urut jumlahnya terbats. Harus menjaga jarak,  pakai masker dan sebelum masuk ruangan cuci tangan. Seluruh aturan protocol kesehatan harus dipatuhi,” katanya.

Hana Hanifah Disebut Terlibat Prostitusi Online, Warganet Buru IG-nya, Foto Terakhir Jadi Sasaran

Penulis: Andri M Dani
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved