Kerap Bikin Resah Warga, ODGJ Diamankan Polisi di Jampangtengah Sukabumi

Kerap membuat resah warga, seorang Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) diamankan polisi di wilayah

Penulis: M RIZAL JALALUDIN | Editor: Ichsan
tribunjabar/m rizal jalaludin
Kerap Bikin Resah Warga, ODGJ Diamankan Polisi di Jampangtengah Sukabumi 

Laporan Kontributor Kabupaten Sukabumi M Rizal Jalaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Kerap membuat resah warga, seorang Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) diamankan polisi di wilayah Desa Bojongtipar, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Senin (13/7/2020).

Kapolsek Jampangtengah AKP Usep Nurdin mengatakan ODGJ berinisial FU (46) itu diamankan berdasarkan laporan dari masyarakat karena di wilayah itu ODGJ tersebut selalu membuat resah.

ODGJ tersebut diamankan untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan. Saat ini ODGJ tersebut diamankan di Mapolsek Jampangtengah.

"Dikhawatirkan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, ODGJ itu kami bawa ke Mapolsek Jampangtengah," kata Usep, Senin (13/7/2020).

Kadisdikbud Kota Sukabumi Pastikan Tak Ada MPLS Tatap Muka, Semuanya Secara Online

Masih kata Usep, ODGJ tersebut selalu buat resah warga karena ia (ODGJ) kerap membawa senjata tajam berupa golok.

"Karena dirasa bahayakan warga sekitar, ODGJ itu dilaporkan agar segera ditangani. Saat ini sudah diamankan oleh warga di Kantor Desa Bojongtipar, karena ia sering keliling perkampungan sama membawa golok. Setelah itu, warga laporan kepada Polsek Jampangtengah. Makanya, kami langsung terjun ke lapangan dan membawa ODGJ itu ke Mapolsek," terangnya.

Menurut Usep, dari pengakuan keluarga FU, FU sudah mengidap gangguan jiwa selama tiga tahun.

Meskipun sudah berbuat maksimal berusaha mengobati FU, sampai saat ini FU tak kunjung sembuh dan selalu buat resah warga.

Diketahui, FU alami gangguan jiwa usai bercerai dengan istrinya gara-gara faktor ekonomi.

"Jadi dia ini mengalami gangguan jiwa setelah bercerai dengan istrinya pada tiga tahun lalu, mungkin dia mengalami depresi. Karena selain bercerai, ia juga mengalami hambatan dalam faktor ekonomi," jelasnya.

Cina Klaim Batik Kerajinan Tradisional Mereka, Neizen: Sebaiknya Kamu Mengklaim Covid Saja

"Jadi dulu FU ini pernah kerja di luar kota dan kirim uang ke istrinya untuk bangun rumah. Namun, saat FU pulang ke kampung halamannya, uangnya yang dikirimkan ke istrinya itu sudah tidak ada dan tidak dibelikan material bangunan rumah. Disitulah dia sering menuntut istrinya agar uangnya itu dapat dikembalikan. Karena merasa risih, akhirnya keluarga mereka berantakan sampai berujung pada perceraian. Nah, disana FU itu mengalami gangguan jiwa," sambung Usep.

Saat ini, pihaknya tengah melakukan koordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Suakbumi dan tenaga medis untuk menindaklanjuti penanganan FU.

"Kami lagi koordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi dan petugas medis, untuk tindak lanjut kedepannya," ujarnya

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved